Kehidupan seorang diri di kota besar seperti Kuala Lumpur memang berat. Hidup kudu diurus sendiri, mulai dari ngeberisin rumah (baca: kamar ukuran 3×5), mencuci baju, menyetrika (walaupun setrikaan udah rusak), memasak (rice cooker cosmos bisa memasak segalanya), sampai berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari.Ada supermarket tempat saya berbelanja (katakanlah di Ampang Park) membeli segala kebutuhan hidup harian saya. Seperti membeli beras, sabun, odol, dll. Setelah beberapa kali saya berbelanja disitu, saya baru tersadar kalau di supermarket tersebut juga menjual makanan non-halal, tidak tau saya itu berupa makanan kering (kalengan) atau basah (daging atau yang lain).

gambar hasil tangkapan pribadi

Saya pun hanya bergumam dalam hati, ada jual yang tidak halal juga. Kemudian saya melanjutkan untuk berbelanja. Berhubung saya bakal berbelanja keperluan yang lumyan banyak, saya pun mengambil keranjang untuk memudahkan saya berbelanja. Setelah saya pandangi keranjang belanja itu seperti gambar dibawah, saya pun kembali berpikir.

keranjang misterius

Pikirian saya tadi terus menerawang. Kembali memeras otak. Kalau tidak salah supermarket ini juga menjual makanan non-halal.
Timbul pertanyaan di benak saya. Apa ya hukumnya kalau begini. Keranjang ini pasti digunakan oleh siapa saja yang berbelanja disini, dan pasti ada orang yang mengkonsumsi makanan non-halal tersebut, dan keranjang ini mungkin jadi salah satu media yang digunakan untuk berbelanja. Apakah keranjang ini akan tertinggal najis ? Bagaimana hukumnya saya menggunakannya?

Sampai saat ini saya belum bertanya kepada yang ahli dalam bidang ini. Apakah di supermarket-supermarket raksasa seperti Hypermart, Carefour, Giant, atau yang lain juga memberi pelayanan sama seperti ini?
Kalau ada yang tau jawaban diatas tolong dibagi kepada saya ya. Kalau memang itu meninggalkan najis, saya coba berbelanja di tempat lain saja.

Terima Kasih

———————
*salam berbagi*

« »