Kehidupan seorang diri di kota besar seperti Kuala Lumpur memang berat. Hidup kudu diurus sendiri, mulai dari ngeberisin rumah (baca: kamar ukuran 3×5), mencuci baju, menyetrika (walaupun setrikaan udah rusak), memasak (rice cooker cosmos bisa memasak segalanya), sampai berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari.Ada supermarket tempat saya berbelanja (katakanlah di Ampang Park) membeli segala kebutuhan hidup harian saya. Seperti membeli beras, sabun, odol, dll. Setelah beberapa kali saya berbelanja disitu, saya baru tersadar kalau di supermarket tersebut juga menjual makanan non-halal, tidak tau saya itu berupa makanan kering (kalengan) atau basah (daging atau yang lain).
gambar hasil tangkapan pribadi
keranjang misterius
Timbul pertanyaan di benak saya. Apa ya hukumnya kalau begini. Keranjang ini pasti digunakan oleh siapa saja yang berbelanja disini, dan pasti ada orang yang mengkonsumsi makanan non-halal tersebut, dan keranjang ini mungkin jadi salah satu media yang digunakan untuk berbelanja. Apakah keranjang ini akan tertinggal najis ? Bagaimana hukumnya saya menggunakannya?
Sampai saat ini saya belum bertanya kepada yang ahli dalam bidang ini. Apakah di supermarket-supermarket raksasa seperti Hypermart, Carefour, Giant, atau yang lain juga memberi pelayanan sama seperti ini?
Kalau ada yang tau jawaban diatas tolong dibagi kepada saya ya. Kalau memang itu meninggalkan najis, saya coba berbelanja di tempat lain saja.
Terima Kasih
———————
*salam berbagi*

Ilmu saya sangat terbatas, tapi kayaknya keranjang itu seharusnya nggak masalah untuk kita pakai. Karena kita nggak bisa identifikasi apakah habis dipakai angkat makanan non halal atau tidak. Yang penting adalah berhati-hati dan menghindari jika tau persis keranjang itu habis digunakan untuk mengangkat makanan non halal. Anyway, di Carrefour Indonesia juga ada section non halal. Monggo, mungkin ada yang pendapatnya lebih benar dan berdasar daripada saya.
ilmu aku ga nymp dol utk mastiin najis apa ga..
Jadi ak jawab dalam hati aja ya, ato ntr buzz aku..
Yg mau ak comment paragraph pertama,
yg sok melo2 berhadiah,
kebanyakan nulis report bgini emang yaak
hehehe
@ollie..
yang saya khawatirkan sih kalau-kalau makanan non-halal itu berupa basah. Kemudian kita juga ngebeli makanan yg basah dengan menggunakan keranjang yg sama.
Bisa gawat kan?
kalo ragu-ragu, mendingan ga usah belanja disana lagi.. atau pastikan barang2 yang dibeli bukan makanan basah yang bisa terkontaminasi dengan makanan non-halal tsb…
kalo menurut saya, mending tidak usah pake keranjang. Jadi agak repot memang, tapi tentu tidak serepot mendatangi manajer toko ybs dan menanyakan “pendapat”nya mengenai najis vs tidak najis nya keranjang ini. Daripada daripada.. kan mendingan mendingan
najis ato ga najisnya yang penting ada si kingkong besar yang suka intip kao waktu lagi di tandas..huahahahhahha
jgn lupa ada couple set yang di pajang di jemuran….salam hangat dari cina jakarta..hehehheehe
susah nyalahin diri sendiri karena lingkungan seperti itu yah… asal jangan nyoba menghalalkan yang udah ketauan haram, udah bagus deh