Dari SMP belum punya cita-cita. Terus karena suka main game, akhirnya penasaran gimana ya cara buat game ini? Beli majalah sana sini, baca sana sini, ketemu namanya ada Game Designer sama Game Programmer. Kalo digabung mereka menjadi Game Developer. Itu waktu SMP.
Tertarik? YA!!
Karena memang tidak mau jadi dokter. Terus masuk SMA bertanya-tanya, gimana caranya jadi Game Developer itu? Tadi kan ada Game Programmer. Nah, apa itu progrmmer? Pergi ke GRAMEDIA, cari-cari buku. Ya saya mengerti sedikit. Terus gimana? Akhirnya saya beli buku VISUAL BASIC 6 Step by Step.
Pertama belajar Programming SMA kelas satu, buku tersebut saya lahap dalam 1 bulan. Dari situ saya mengerti membuat game sederhana, JACKPOT. Kayaknya itu sudah terlalu biasa dalam logika pemrograman. Terus karena merasas media pembelajaran sangat minim, akhirnya ada yang namanya BINUS CENTER buka di Medan pada waktu itu. Saya tertarik ikutan, pertama sasya mengambil SHORT COURSE: C++ programming (Logic Programming).
Disitu saya belajar logic programming menggunakan C++. Punya dasar sedikit bagaimana dan apa itu programming. Mendapat gambaran. Tapi saya semakin tidak terarah. Sehabis itu, saya mengambil SHORT COURSE yang lain. Saya ambil VISUAL PROGRAMMING using VB6, kemudian saya ambil Adobe Potohsop 6, 3D design using 3ds Max 6, terus Visual Progamming using VB.Net.
Saya tidak mengerti, apa tujuan dan arahnya. Tapi saya masih penasaran dengan game tadi. Saya tidak terarah sehingga saya baru kecanduan dengan yang namanya internet mulai kelas 2 SMA. Muncul bayangan baru. Wah gimana ya supaya aku juga bisa “doli.com”. Gimana ya ngebuat yang namanya website? Ternyata ada lagi yang namanya WEB Programmer. Wah, Programmer ternyata LUAS!!
Sepanjang SMA kelas 1 dan Kelas 2 pelajaran saya terabaikan. Les di GO dan Medica pun bisa dikatan tidak fokus dan tidak berguna sama sekali. SMA kelas 2 saya tidak mengerti apa itu fungsi kuadrat. Apa itu Metana. Apa itu alat reproduksi reptil. Sama sekali tidak mengerti bagaimana Kata majemuk bertingkat. Hanya pelajaran Olahraga saja yang saya ikuti, main FUTSAL. Sisanya?? Sibuk dengan dunia yang tidak terarah tadi.
Waktu kelas 3 SMA saya sadar, dan mulai tau arahnya kemana. Programmer itu hanya bagian dari ilmu yang disebut Informatika. Terus dimana saya bisa mempeajari ilmu tersebut? Saya cari tahu ternyata ada yang namanya Ilmu Informatika di ITB. Usut punya usut, jaman saya ternyata itu adalah jurusan dengan passing grade paling tinggi di Indonesia setelah Kedkteran UI. GILAK!! belajar aja ga pernah, tiap try Out pun ga pernah lullus, bahkan di Ilmu komputer USU tidak pernah mencetek lulus selama di try out. Terus gimana mau masuk sana?
Akhirnya saya pasrah, dan hampir saja nurut untuk tidak mengambil jurusan tersebut dan mengikuti perintah orang tua. Tanpa di sadari ternyata orang tua mencarikan sebuah universitas di Malaysia yang mana Universitas yang saya belajar kemarin, yang ada ilmu informatikanya. Wah, saya senang sekali. Saya bersemangat sekali. Walu begitu, sewaktu SPMB saya masih mencoba juga jurusan yang ada di ITB tersebut, saya juga mencoba ILKOM UI. Tapi apa daya, memang tidak lulus, akhirnya saya menuntut ilmu Informatika di negeri Jiran.
Ya saya mengerti ilmu ini, dan sangat luas, tidak hanya seorang programmer. Sangat luas. Tapi saya masih penasaran dengan cita-cita saya tadi. Setidaknya bisa jadi programmer, mengerti bagaiamana membuat satu sistem utuh yang bisa dipakai orang.
Sampai akhirnya saya terdampar di Surabaya ini mengikuti JAVA + SOA programmer TRAINEE. Ternyata, sangat berat bagi saya, tidak tahu bagi teman peserta yang lain. Sepertinya mereka dengan mudah memahami konsep programming ini. Saya bisa mengerti, tapi sangat lambat. Kalau teman yang lain sudah bisa mengerti materi hari ini, atau materi untuk 2 hari kedepan, saya baru bisa mengerti dan memahami materi 2 hari yang lalu. Saya lambat.
Makanya judul atau pertanyaan diatas saya lemparkan. Bisa dibentuk atau bakat?
Saya sudah sejauh ini dari SMA dl mencoba membentuk diri, koq masih saja terlihat bahkan memang sangat lambat dalam memahami? Tapi koq masih saja tidak terbentuk?
Apakah memang harus memiliki bakat? Saya bisa bermain sepakbola, saya bisa bermain tenis, tapi teman saya ada yang berbakat bermain sepakboa, sekarang dia Striker PSMS Medan. Saya dulu latihan tenis punya teman berbakat bermain tenis, dia pernah ikut PON. Nah, saya bisa programming, tapi sepertinya tidak bakat.
Jadi intinya, bisa dibentuk atau harus punya bakat sih??
Kalau memang bakat, biar saya cepat-cepat merubah haluan, banting setir untuk mempelajari ilmu yang bisa dipelajari tanpa harus mempunyai bakat. Tapi bisa dibentuk. Seperti belajar berjalan, setiap orang bisa berjalan tanpa harus memiliki bakat berjalan.
Help Me!!







