Cerita Lebaran 2008 – Sebelum 1 Syawal

Halo, Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon Maap Lahir dan Batin.

Libur untuk merayakan hari besar Idul Fitri ini sangat menyenangkan. Walaupun hanya seminggu, tetapi seminggu yang sangat menyenangkan, benar-benar refreshing dan jauh dari dunia nyata. Ya, saya jauh dari internet dan laptop. Hanya ada beberapa kali memegang laptop untuk copy-copy file, ada juga cek email beberapa kali. Selebihnya, santai, dan senang-senang!!!

Mulai berkumpul dengan keluarga, terus buka puasa di rumah uwak, terus juga ketemu temen SMA, ada juga reunian SMP, dan tetap makan nasi goreng TRIBOY sama 2 orang gilak Boim dan Manda, juga tidak ketinggalan berliburan di Berastagi dengan keluarga besar. Benar-benar seminggu yang sangat memuaskan.

Hari pertama , sabtu tanggal 27 September 2008, dengan keadaan ku yang sedikit kurang fit karena begitu suntuknya dari mulaai jam 6 pagi udah di Airport Juanda Surabaya. Airport yang bagus menurut saya. Nyaman walaupun penuh ramai sesak dengan orang yang melakukan mudik seperti saya. Jam 8 tepat saya menaiki pesawat LION Boeing 737-400 dan tiba di bandara Soekarno Hatta. Mengurus proses transit untuk melanjutkan penerbangan ke Medan. Disini saya melihat wajah yang tidak asing. Awalnya kurang percaya, tapi setelah dilihat lagi ternyata benar, mereka adalah Saktiawan Sinaga dan Markus Horison. Ga lupa lah poto-poto bentar. Hehehehe. Ini dia potonya.


Bersama Markus Horison

Saktiawan Sinaga bersama Keluarga

Inilah mengapa seorang public figure harus juga bisa jadi model. Hehehehe..Karena bakala banyak orang yang minta poto bareng.
(Markus Horison – Kiper Timnas Indonesia – Persik | Saktiawan Sianaga – Striker Persik).
Satu pesawat dengan mereka dengan menumpangi pesawat LION Boein 737-900ER dan akhirnya tiba di Airport terburuk di dunia Polonia Medan. Semakin pusing kapa;a karena kesemerawutan di Airport yang seharusnya saya sudah terbiasa karena udah bolak-balik keluar masuk Airport ini. Di jemput IBO dan langsung pulang kerumah dan menunggu berbuka puasa pertama di Medan bersama orang tua.

Hari Kedua, 28 September 2008, Pagi jemput kakak dan abang ipar di Airport. Ga banyak yang di kerjakan. Jadi supir seharian, belanja sana sini. Siangnya pergi ke Plaza Medan Fair, eh kebeli deh Sony Ericcson K800i yang saya gunakan sebgai modem sekarang ini. Sorenya buka puasa dirumah rame-rame.

Hari Ketiga, 29 September 2008, Badan semakin tidak fit. Agak demam, maag pun kambuh. Di lihat-lihat berat badan turun 7 kilo jadi 57Kg. AMAZNG!!!
Surabaya, ternyata hidupku susah di Suarabaya. Hehehehe. Tiada yang dikerjakan hari ini. Sama seperti biasa masih menjadi supir sana sini. Tetapi saya sempat berkunjung kerumah Dolly Aswin Harahap, untuk meminjam buku Subversion dan meminta DVD repository ubuntu. Sore berbuka puasa di rumah uwak. Sayang tidak ada poto disini. Berkumpul lagi dengan sepupu gilak jadi-jadian.

Hari keempat, 30 September 2008, hari ini kacau. Saya demam. Dari pagi tergeletak di rumah, tetapi puasa terus dijalankan. Masuk 2 sms yang mengajak berbuka puasa bersama, satu dari temen-tmen SMA, satu dari temen SMP. Bingung, dilemma, kalau satu ditolak pasti saya akan dicap sebagai SOMBONG. Akhirnya saya mengatakan tidak untuk keduanya dan mengatakan datang sebelum berbuka untuk teman SMA, dan datang setelah berbuka untuk temen SMP, dan saya sendiri berbuka puasa dirumah. Reuninan dengan temen SMA selalu dilakuan kalau saya pulang ke Medan, Tapi sangat jarang dengan temen SMP. Sewaktu berkumpul dengan temen SMA ternyata pun yang datang tidak ramai, ya orangnya itu-itu saja. Dan tidak sempat berpoto-poto, hanya bersalam-salaman saja, dan ya saya di cap sombong karena tidak bisa ikut berbuka bersama. Hehehehe

Kemudian saya pulang untuk berbuka puasa di rumah dan kemudian pergi lagi ke SUN PLAZA untuk bertemu dengan teman-teman SMP yang hampir 7 taun tidak pernah ketemu. Seru juga, walau beberapa diantara mereka ada yang berubah 180 derajat dari yang aku kenal. Yang jelas ini ga boleh lupa poto-potonya.


Reunian SMPN 7 Medan

Selesai poto-poto semua bubar. Saya dengan Boim dan Manda melanjutkan makan engah malam di Triboy, sambil cerita-cerita seperti biasa. Disana saya bertemu dari keluarga SIREGAR. Ga jumpa waktu lebaran, jadi pas kali memang jumpa disini bersalam-salaman. Lengkap formasi mereka, Ada kak ENI tertua yang mudik dari Jakarta, kak EPI si bu Dokter yang mudik Simeleu, ada kak IRA yang gila, ada PUPUT yang tambah cantek, dan si pemuda CECEP. Maap lahir batin lah.

Hari Kelima, 30 September 2008, akhirnya dengan abang ipar berhasil mewujudkan cita-cita untuk minum ES KRIM RIA dan Sate Padangnya yang tidak akan ditemukan di Surabaya, dan kemungkinan untuk beberapa Bulan ke deapan.

Saya rasa cukup untuk bagian satu cerita IED 2008 sebelum hari-H.
Nanti dilanjut lagi pada bagian kedua dan ketiga. :-)

5 Responses

  1. Rin October 5, 2008 / 10:42 PM

    sombong kali emaaang…

  2. wyd October 8, 2008 / 7:30 AM

    suka games, kan?
    kamu dapet dua… di PR Serba 10 (Harap Tidak DIbaca) dan PR LAgi!

    kerjain yahhh

  3. wyd October 11, 2008 / 7:02 PM

    …Hari Kelima, 30 September 2008, akhirnya dengan abang ipar berhasil mewujudkan cita-cita untuk minum ES KRIM RIA dan Sate Padangnya yang tidak akan ditemukan di Surabaya, dan kemungkinan untuk beberapa Bulan ke depan…

    hehehehe saya pernah juga merasakan hal yang sama. minum es kacang merah di tanah kelahiran saya. anehnya, jadi lebih nikmat dan rasanya masih terasa sampe beberapa bulan ke depan

  4. fiki October 24, 2008 / 5:41 PM

    halo doli ini aku lagi he he
    hm lihat foto reunian emang mengingatkan ya
    semua kenangan tiba2 terlintas semua di otak
    jadi kangen nih sama almamater

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>