<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Penyetaraan Ijazah Luar Negeri oleh DIKTI terkesan aneh</title>
	<atom:link href="http://doliharahap.net/2009/03/penyetaraan-ijazah-luar-negeri-oleh-dikti-terkesan-aneh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doliharahap.net/2009/03/penyetaraan-ijazah-luar-negeri-oleh-dikti-terkesan-aneh/</link>
	<description>Belajar Untuk Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 08:26:26 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://doliharahap.net/2009/03/penyetaraan-ijazah-luar-negeri-oleh-dikti-terkesan-aneh/comment-page-1/#comment-260</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 02:11:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doliharahap.net/blog/?p=91#comment-260</guid>
		<description>Ini tulisan sudah berumur 1 tahun lebih. Dari perkembangan yang saya dengar, semenjak Bapak M.Nuh menjabat Menteri Pendidikan Nasional, kebijakan ini sedikit berubah ke arah positif. Tapi jelasnya bagaimana saya kurang tahu. Kalau ada yang mempunya informasi bisa dishare disini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tulisan sudah berumur 1 tahun lebih. Dari perkembangan yang saya dengar, semenjak Bapak M.Nuh menjabat Menteri Pendidikan Nasional, kebijakan ini sedikit berubah ke arah positif. Tapi jelasnya bagaimana saya kurang tahu. Kalau ada yang mempunya informasi bisa dishare disini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anto</title>
		<link>http://doliharahap.net/2009/03/penyetaraan-ijazah-luar-negeri-oleh-dikti-terkesan-aneh/comment-page-1/#comment-259</link>
		<dc:creator>Anto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 09:17:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doliharahap.net/blog/?p=91#comment-259</guid>
		<description>Wduh... Gmana donk kalo mau ambil S2 di indonesia make ijazah bachelor of science dari Corban University USA..?
Rencananya mau ambil di Indo, takutnya disetarakn D3....Pdhal tidak punya uang untuk ke Luar negeri.... Cuma beasiswa kodonkk.................
Tolong pihak Dikti, betul-betul memikirkan masaalah ini...
Kasian yang sudah capek2 dan memeras otak sampe ke luar negeri....
Sebelumnya sy tdk tahu tntang ini, sy cma tau klo S1 di LN sama dengn S1 di Indo...
Jd yang mau kulia ke luar negeri, khusus untuk S1 mikir dlu deh.... Tapi Universitas indo sngat jauh dri Universitas di luar negeri..... Yahhhh itulah kenyataannya...
Kasian jg si yang membuat peraturan itu,, mereka masih berpikr dulu-dulu...jman soekarno...
This procedures need to be transformed.... 
Lulusan S1 luar negeri bersatulah.....we are not stupid than S1 Indo...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wduh&#8230; Gmana donk kalo mau ambil S2 di indonesia make ijazah bachelor of science dari Corban University USA..?<br />
Rencananya mau ambil di Indo, takutnya disetarakn D3&#8230;.Pdhal tidak punya uang untuk ke Luar negeri&#8230;. Cuma beasiswa kodonkk&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Tolong pihak Dikti, betul-betul memikirkan masaalah ini&#8230;<br />
Kasian yang sudah capek2 dan memeras otak sampe ke luar negeri&#8230;.<br />
Sebelumnya sy tdk tahu tntang ini, sy cma tau klo S1 di LN sama dengn S1 di Indo&#8230;<br />
Jd yang mau kulia ke luar negeri, khusus untuk S1 mikir dlu deh&#8230;. Tapi Universitas indo sngat jauh dri Universitas di luar negeri&#8230;.. Yahhhh itulah kenyataannya&#8230;<br />
Kasian jg si yang membuat peraturan itu,, mereka masih berpikr dulu-dulu&#8230;jman soekarno&#8230;<br />
This procedures need to be transformed&#8230;.<br />
Lulusan S1 luar negeri bersatulah&#8230;..we are not stupid than S1 Indo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yancho</title>
		<link>http://doliharahap.net/2009/03/penyetaraan-ijazah-luar-negeri-oleh-dikti-terkesan-aneh/comment-page-1/#comment-258</link>
		<dc:creator>Yancho</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 23:49:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doliharahap.net/blog/?p=91#comment-258</guid>
		<description>Jujur.. gw ngeri nih pulang lagi ke Indonesia.. gw S2 di Spain.. 50 SKS,. tapi yang jadi masalah 50 SKS itu selesai hanya dalam 3 Semester, 10 Bulan.. takutnya udah bayar mahal2 tapi gak direcognize sama Dikti.. ironinya.. Kampus gw itu top 10 di Financial Times, WSJ, dan BusinessWeek.. gimana tuh Dikti?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jujur.. gw ngeri nih pulang lagi ke Indonesia.. gw S2 di Spain.. 50 SKS,. tapi yang jadi masalah 50 SKS itu selesai hanya dalam 3 Semester, 10 Bulan.. takutnya udah bayar mahal2 tapi gak direcognize sama Dikti.. ironinya.. Kampus gw itu top 10 di Financial Times, WSJ, dan BusinessWeek.. gimana tuh Dikti?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizal</title>
		<link>http://doliharahap.net/2009/03/penyetaraan-ijazah-luar-negeri-oleh-dikti-terkesan-aneh/comment-page-1/#comment-257</link>
		<dc:creator>Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 14:54:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doliharahap.net/blog/?p=91#comment-257</guid>
		<description>Nimbrung lagi................ Yang DIKTI, Fair aja ...tapi harus jelas, dan ada pemberitahuan disaat mahasiswa indonesia mau sekolah keluar (MALAYSIA, OR AUSTRALIA), 144 SKS memang tidak semua mata pelajaran sesuai dengan core kita. sama aja sih di malaysia juga ada 15 SKS yang diluar core kita. yang terpenting, ada pemberitahuan yang jelas, sehingga semuanya adil (tahu resikonya). disaat mahasiswa indonesia yang mau keluar, seharusnya didukung, dari pada harus sekolah swasta nasional tau PTN2 yang peringkat dan kualitasnya  yang kagak jelas. lebih baik kita dukung mereka sekolah dimalaysia (di universitas terbaik malaysia), kalau bisa yang sekolah dimalaysia orang indonesia semua, yang cum laude juga Indonesia. jadinya orang malaysia pada ndak kuliah. hehehe.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nimbrung lagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Yang DIKTI, Fair aja &#8230;tapi harus jelas, dan ada pemberitahuan disaat mahasiswa indonesia mau sekolah keluar (MALAYSIA, OR AUSTRALIA), 144 SKS memang tidak semua mata pelajaran sesuai dengan core kita. sama aja sih di malaysia juga ada 15 SKS yang diluar core kita. yang terpenting, ada pemberitahuan yang jelas, sehingga semuanya adil (tahu resikonya). disaat mahasiswa indonesia yang mau keluar, seharusnya didukung, dari pada harus sekolah swasta nasional tau PTN2 yang peringkat dan kualitasnya  yang kagak jelas. lebih baik kita dukung mereka sekolah dimalaysia (di universitas terbaik malaysia), kalau bisa yang sekolah dimalaysia orang indonesia semua, yang cum laude juga Indonesia. jadinya orang malaysia pada ndak kuliah. hehehe.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizal</title>
		<link>http://doliharahap.net/2009/03/penyetaraan-ijazah-luar-negeri-oleh-dikti-terkesan-aneh/comment-page-1/#comment-256</link>
		<dc:creator>Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 14:40:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doliharahap.net/blog/?p=91#comment-256</guid>
		<description>gua nimprung nih....Pernyataan Doli, memang yang kuliah diluar khususnya Malaysia, belum tentu tidak lulus SPMB, tapi kebanyakan nya seperti itu. Kebanyakan orang yang kuliah disana khususnya S1, pada gagal semua di SPMB milih Universitas ternama di Indonesia, ya kita akui aja memang kuliah di Indonesia memang lebih sulit masuknya, bahkan ASIA WEEK Hongkong pernah menerbitkan berita bahwa ITB merupakan Test masuk tersulit se-ASIA (orang2nya pada pinter2, tapi fasilitas tidak begitu lengkap, jadinya kehebatan tertunda). Karena itu man wajar indonesia banyak yang hebat. engineer indonesia jauh banyak diakui diperusahaan asing dibanding malaysia. tapi man fasilitas dan keseriusan pemerintah memang jauh dibanding kan keseriusan pemerintah malaysia dibidang pendidikan. jadinya karena fasilitas di indonesia kurang, jadi nya buat teman2 gua yang pada goblok, ndak gobloklah, tapi orang kalah bersaing aja. cepat buruan ke malaysia aja, kan kasihan udah goblok, kuliah difasilitas minim, kayak di indonesia. tragis bangetkan. yang pinter2 kayak mahasiswa ITB, UI, UGM, ITS, dan IPB. pinter tapi fasilitas kurang ndakkurang2 amat sih, cuma tidak maksimum aja. memang baiknya yang pinter2 kayak mahasiswa diatas diberi fasilitas yang mantap, biar bener kelihatan hasilnya. walaupun fasilitas minim, tapi karena pintar tetap aja ITB dibidang IT&amp;Engineering peringkat 80 besar Dunia menurut THE-QS 2009. mengalahkan universitas di malaysia. jadinya tepat buat dolli harahap (satu marga kita man) untuk kuliah di Malaysia. klo gublok tidak didukung dengan fsilitas yang memadai giman jadinya ya?????. kayak adik gue aja, ndak lulus UNPAD (Padahal hanya Unpad, belum yang lain man) tapi dia bisa masuk Bachelor of accountant di universiti of malaya (Terbaik Di malaysia). itu karena aku tidak mau adikku (yang kuanggap Goblok) menerima fasilitas biasa aja, semoga fasilitas yang baik di malaysia pendukung buat dia, ya lebih baik. kesimpulannya: pilihanmu sudah tepat man.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gua nimprung nih&#8230;.Pernyataan Doli, memang yang kuliah diluar khususnya Malaysia, belum tentu tidak lulus SPMB, tapi kebanyakan nya seperti itu. Kebanyakan orang yang kuliah disana khususnya S1, pada gagal semua di SPMB milih Universitas ternama di Indonesia, ya kita akui aja memang kuliah di Indonesia memang lebih sulit masuknya, bahkan ASIA WEEK Hongkong pernah menerbitkan berita bahwa ITB merupakan Test masuk tersulit se-ASIA (orang2nya pada pinter2, tapi fasilitas tidak begitu lengkap, jadinya kehebatan tertunda). Karena itu man wajar indonesia banyak yang hebat. engineer indonesia jauh banyak diakui diperusahaan asing dibanding malaysia. tapi man fasilitas dan keseriusan pemerintah memang jauh dibanding kan keseriusan pemerintah malaysia dibidang pendidikan. jadinya karena fasilitas di indonesia kurang, jadi nya buat teman2 gua yang pada goblok, ndak gobloklah, tapi orang kalah bersaing aja. cepat buruan ke malaysia aja, kan kasihan udah goblok, kuliah difasilitas minim, kayak di indonesia. tragis bangetkan. yang pinter2 kayak mahasiswa ITB, UI, UGM, ITS, dan IPB. pinter tapi fasilitas kurang ndakkurang2 amat sih, cuma tidak maksimum aja. memang baiknya yang pinter2 kayak mahasiswa diatas diberi fasilitas yang mantap, biar bener kelihatan hasilnya. walaupun fasilitas minim, tapi karena pintar tetap aja ITB dibidang IT&amp;Engineering peringkat 80 besar Dunia menurut THE-QS 2009. mengalahkan universitas di malaysia. jadinya tepat buat dolli harahap (satu marga kita man) untuk kuliah di Malaysia. klo gublok tidak didukung dengan fsilitas yang memadai giman jadinya ya?????. kayak adik gue aja, ndak lulus UNPAD (Padahal hanya Unpad, belum yang lain man) tapi dia bisa masuk Bachelor of accountant di universiti of malaya (Terbaik Di malaysia). itu karena aku tidak mau adikku (yang kuanggap Goblok) menerima fasilitas biasa aja, semoga fasilitas yang baik di malaysia pendukung buat dia, ya lebih baik. kesimpulannya: pilihanmu sudah tepat man.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
