Belajar Untuk Berbagi

learn to share knowledges | learn how to share knowledges

11 2008

Sistem yang aneh atau Policy yang aneh???

Di postingan sebelumnya saya ada menuliskan mengenai tiket pesawat. Ini saya coba mengulasnya.

Waktu itu (Baca postingan sebelum ini), waktu memang sangat mepet. Saya harus mencari tiket Surabaya-Denpasar dalam waktu 2 jam. Tanpa pikir panjang, saya pernah mendengar selain airasia.com, lionair.co.i juga menyediakan layanan pembelian secara online. Saya langsung membuka URL tersebut dan mencek harga tiket untuk penerbangan Surabaya-Denpasar.

Pemilihan penerbangan mana yang mau kita ambil tertera seperti gambar dibawah ini. Coba baca poin-poin terms and agreement nya dibawah ini.

Kalau kurang jelas pada gambar diatas, mungkin bisa dicoba langsung melalui websitenya, atau berikut saya lampirkan poin-poin yang tertulis disitu.

  • Untuk pembayaran online dengan Kartu Kredit, pemilik kartu kredit harus ikut sebagai bagian dari penumpang yang melakukan perjalanan / terbang.
  • Penumpang harus menunjukan kartu kredit yang digunakan dalam pembayaran online pada saat prosess check-in di Airport ataupun city check-in di kantor perwakilan Lion Air.
  • Lion Air berhak untuk menolak penumpang untuk melakukan perjalanan / terbang jika nama pemilik kartu kredit tidak terdaftar sebagai penumpang yang ikut serta dalam perjalanan atau tidak dapat menunjukan kartu kredit yang di gunakan pada saat pembayaran online.
  • Apa yang aneh dari poin diatas?
    Ini dia inti dari postingan dan pengalaman saya. Karena sangking terburu-burunya saya, saya membeli tiket lionair ini dengan rute Surabaya-Denpasar menggunakan kartu kredit Ibu saya tanpa membaca poin-poin diatas. Poin pertama dan ketiga yang paling fatal bagi saya, pemegang kartu kredit harus terbang bersama dan apabila tidak ada maka penumpang yang lain tidak akan diikutsertakan dalam penerbangan.

    Dengan artian berarti saya sama sekali tidak bisa ikut dalam penerbangan itu karena saya membeli dengan menggunakan kartu kredit Ibu saya yang jelas-jelas tidak akan bersama saya dalam penerbangan tersebut. Sistem yang aneh, membuat peraturan tetapi tidak membuat batasan di dalam sistemnya. Kalau memang peraturannya tidak membolehkan seperti itu, seharusnya sewaktu saya melakukan pembayaran yang mana nama di kartu kredit dengan nama penumpang berbeda, dimunculkan pesan atau tidak membolehkan saya melakukan transaksi dong!!!
    Ini koq malah saya dengan mudahnya melakukan transaksi, dan pada akhirnya saya tdak boleh ikut terbang.

    Saya sungguh sangat kecewa dengan lionair. Memang salah saya tidak membaca poin-poin tersebut dengan teliti, tapi apakah kelemahan sistem yang sepertinya “mencari” mangsa orang-orang yang silap seperti saya dapat dimaafkan?

    Seharusnya kalau punya sistem itu yang matang dong. Kalau memang belum siap jangan di luncurkan. ANEH!!!!!!


    11 2008

    A little story from Surabaya, Kuala Lumpur, Sintok, dan Pacung

    Hai, Halo, Wellcome back Doli.
    Setelah lama menelantarkan Blog tersayang ini. Maaf, bukan karena sok sibuk, tapi memang beberapa minggu belakangan jadwal sangat padat. Terhitung dari tanggal 15 Oktober sampai kemarin.

    Kalau diceritakan pasti seru nih, jadi kemngkinan ini bakal jadi postingan terpanjang di blog ini, semoga pembaca sabar dan enjoy membacanya.

    Waktu itu tanggal 10 Oktober Jumat, siang hari, trainer kami (Pak Nasrul) mengungumkan bahwasanya kami yang training 15 orang akan dipecah menjadi 2 bagian, sebagian akan tetap di Surabaya dan akan ditraining ADF milik Oracle, dan sisanya akan dialihkan ke Jakarta (BSD Tangerang) untuk di training Tapestry Framework. Mengingat saya berasal dari Medan, dan menulis alamat sewaktu melamar pekerjaan ini adalah di Jakarta, saya berasumsi bahwa saya adalah salah satu yang akan di pindahkan ke jakarta. Kepstian nama-namanya baru akan diumumkan hari Rabu 15 Oktober dan harus mulai kerja di Jakarta hari seninya 20 Oktober.

    Mendengar hal itu, berhubung saya akan berada di Malaysia untuk keperluan wisuda sampai tanggal 21, berarti saya harus menyiapkan tiket langsung dari Malaysia antara ke Surabaya atau ke jakarta, tapi kepastian baru bisa di dapat hari rabunya. Saya pun sibuk melihat-lihat tiket di airasia.com, untuk merubah tiket saya yang sudah terlanjur saya beli untuk tanggal 21 Oktober dengan rute Kuala Lumpur - Surabaya menjadi Kuala Lumpur - Jakarta.

    Tapi apa yang didapat pada hari rabu? Belum ada nama siapa yang akan dipindahkan, tetapi malah ada perubahan, bahwa 3 orang akan di kirim ke Jakarta, 4 ke Bali dan sisanya tetap di Surabaya. Saya masih tetap berasumsi bahwa saya salah satu yang akan dipindahkan ke Jakarta. Dan sorenya Pak Nasrul mengucapkan nama-nama tersebut. Pak Nasrul menyebut 3 nama yang akan ke Jakarta, dan ternyata nama saya bukan salah satu dari 3 tersebut. Kemudian beliau menyebutkan 4 nama yang akan ke Bali, dan nama saya muncul.

    Wah, kacau. Berarti saya harus menyiapkan tiket Kuala Lumpur - Denpasar, alahkah sangat tidak beruntungnya saya, karena ternyata airasia mempunyai aturan tidak boleh menukar rute penerbangan, hanya boleh menukar waktu penerbangan. Tanpa pikir panjang, saya mencari tiket pesawat lain dengan rute Surabaya - Denpasar (Mengenai ini, saya punya cerita seru lainnya yang akan saya bahas di postingan berikutnya). Pendek kata akhirnya saya mendapat kan tiket lionair Surabaya - Denpasar. Berarti nanti saya harus mengejar pesawat dari Kuala Lumpur - Surabaya yang landing jam 12 siang, menuju pesawat Surabaya - Denpasar yang take off jam 2 siang. Very pack trip!!!

    Inti ceritanya 15 Oktober pengunguman perpindahan, 16 Oktober mencari tiket pesawat, 17 Oktober saya terbang ke Kuala Lumpur, 18 Oktober naik bus dari Kuala Lumpur ke Sintok, 19 Oktober keliling kampus, 20 Oktober saya Wisuda dan langsung naik bus dari Sintok ke Kuala Lumpur, 21 Oktober pesawat Kuala Lumpur - Surabaya dan dilanjutkan Surabaya - Denpasar, sampai Denpasar langsung dijemput utusan dari kantor menuju kantor yang berlokasi di Pacung (1 jam dari Denpasar), begitu sampai di kantor sudah malam duduk istirahat, 21 Oktober malam langsung menuju ke kosan, 22 Oktober lgsg menerima tugas untuk mempelajari Framework Tapestry.

    Begitulah jadwal padat kucar-kacit saya beberapa waktu lalu. Mau nulis ceritanya di blog ga sempet-sempet. Baru kali inilah ada kesempatan untuk menjamah blog ini. Untuk cerita-cerita seru lainnya silahkan aja ditunggu. OK??


    23  10 2008

    Maaf

    Maaf blog ku, kau terbengkalai.
    Tunggu ku atur dulu jadwalku, adapatasi dulu dengan suasana baru, baru kuluangkan waktuku untukmu.


    10 2008

    Cerita Lebaran 2008 - 1 Syawal

    Sambungan . . .

    Di hari yang fitri ini sudah pasti sangat menyenangkan. Di pagi hari kebiasaaan di keluarga kami yaitu saling memberikan sepatah kata dan saling bermaafan di ruang tamu. Di mulai dari pembuka oleg APAK saya yang memberikan nasehat untuk setiap anaknya, dan satu sepupu yang tinggal dirumah. Apa yang beliau samapaikan sebenarnya tidak jauh berbeda dari apa yang disampaikannya Tahun lalu. Tapi tetap saja nasehat itu terus disampaikan biar anak-anaknya tidak pernah lupa, dan kemudian di akhirinya dengan kata maap lahir batin. Begitu juga dengan IBO, terus bergiliran ke kakak, abang ipar, sepupu, saya dan adik saya. Kemudian ritual tersebut diakhiri dengan salam-salaman, dan tidak lupa poto-poto. Hehehehe

    IED 2008

    Setelah itu kemudian melakukan Solat IED di Mesjid Dakwah Kampus USU. Seharusnya seperti biasa Solat dilakukan di lapangan Rektorat USU, tetapi karena hari hujan aktivitas Solat dipindahkan ke Mesjid Dakwah. Seperti biasa, Takir, dan kemudian Solat 2 raklaat dan diikuti oleh Khutbah yang disampaina oleh bapak NAWIR. Khutbah yang sangat bagus mengenai arti TAQWA, nanti saya coba bahas juga sedikit di blog saya mengenai Khutbah Beliau. Selesai semuanya, kemudian bertemu dengan beberapa teman dan bersalam-salaman. Saya berjumpa OK ISAN, ada bang SHOUMANANDA, ada bang ALI Mabok, dan beberapa yang lainnya. Setelah itu pulang kerumah.

    Setelah bersiap-siap sebentar di rumah, kemudian pergi mengunjungi rumah Nenenk Neng, dan bersilaturahmi disana. Disana berjumpa dengan beberapa saudara yang mungkin setahun sekali jumpa. Sehabis itu pergi kerumah uwaj Pori di Tanjung Gusta. Disini berkumpul lagi dengan sepupu-sepupu gila. Ada si RIDHA yang sudadh mau melangsungkan pernikahan Januari nanti. MANTAP.
    Disini juga saya menikmati lagi persekitaran rumah yang selama 7 tahun pernah saya tinggali dari tahun 192-1998. Saya juga sempat mngabadikan beberapa gambar yang sedikit mempunyai kenangan.

    Mesjid Husnul Hidayah - Madrasah ku dulu


    Lapangan Tg Permai tempat bermain dulu

    Mesjid tersebut dulu tempat saya menuntut ilmu agama. Disana saya pernah belajar FIQIH, TAUHID, SOROKH, Bahasa ARAB, dan beberapa pelajaran lainya. Alhamdulillah dari situ saya mempunyai pondasi yg cukup kuat mengenai ilmu agama.
    Lapangan tersebut merupakan tempat saya bermain dulu. Tem[at bermain sepeda, sepak bola, dan GALASIN. Kalau diingat-ingat menyenangkannya dulu.

    Sehabis dari rumah uwak PORI, kami bergegas menuju rumah UWAK UTET. Kami akan membakar ikan dan memasak kerang rebus. Salah satu makanan wajib yang harus saya makan kalau saya pulang ke Medan.
    Berkumpul sama sepupu-sepupu gila. Hehehehe. Berikut poto contohnya. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di FLICKR saya,


    Menghajar 20 kilo kerang rebus


    Mereka yang membakar

    Begitulah Cerita di 1 Syawal. Nanti saya lanjut lagi dengan cerita liburan di Berastagi. Mau Solat Magrib dulu terus mau ke gramedia. Bosen nih.

    :-)


    10 2008

    Cerita Lebaran 2008 - Sebelum 1 Syawal

    Halo, Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon Maap Lahir dan Batin.

    Libur untuk merayakan hari besar Idul Fitri ini sangat menyenangkan. Walaupun hanya seminggu, tetapi seminggu yang sangat menyenangkan, benar-benar refreshing dan jauh dari dunia nyata. Ya, saya jauh dari internet dan laptop. Hanya ada beberapa kali memegang laptop untuk copy-copy file, ada juga cek email beberapa kali. Selebihnya, santai, dan senang-senang!!!

    Mulai berkumpul dengan keluarga, terus buka puasa di rumah uwak, terus juga ketemu temen SMA, ada juga reunian SMP, dan tetap makan nasi goreng TRIBOY sama 2 orang gilak Boim dan Manda, juga tidak ketinggalan berliburan di Berastagi dengan keluarga besar. Benar-benar seminggu yang sangat memuaskan.

    Hari pertama , sabtu tanggal 27 September 2008, dengan keadaan ku yang sedikit kurang fit karena begitu suntuknya dari mulaai jam 6 pagi udah di Airport Juanda Surabaya. Airport yang bagus menurut saya. Nyaman walaupun penuh ramai sesak dengan orang yang melakukan mudik seperti saya. Jam 8 tepat saya menaiki pesawat LION Boeing 737-400 dan tiba di bandara Soekarno Hatta. Mengurus proses transit untuk melanjutkan penerbangan ke Medan. Disini saya melihat wajah yang tidak asing. Awalnya kurang percaya, tapi setelah dilihat lagi ternyata benar, mereka adalah Saktiawan Sinaga dan Markus Horison. Ga lupa lah poto-poto bentar. Hehehehe. Ini dia potonya.


    Bersama Markus Horison

    Saktiawan Sinaga bersama Keluarga

    Inilah mengapa seorang public figure harus juga bisa jadi model. Hehehehe..Karena bakala banyak orang yang minta poto bareng.
    (Markus Horison - Kiper Timnas Indonesia - Persik | Saktiawan Sianaga - Striker Persik).
    Satu pesawat dengan mereka dengan menumpangi pesawat LION Boein 737-900ER dan akhirnya tiba di Airport terburuk di dunia Polonia Medan. Semakin pusing kapa;a karena kesemerawutan di Airport yang seharusnya saya sudah terbiasa karena udah bolak-balik keluar masuk Airport ini. Di jemput IBO dan langsung pulang kerumah dan menunggu berbuka puasa pertama di Medan bersama orang tua.

    Hari Kedua, 28 September 2008, Pagi jemput kakak dan abang ipar di Airport. Ga banyak yang di kerjakan. Jadi supir seharian, belanja sana sini. Siangnya pergi ke Plaza Medan Fair, eh kebeli deh Sony Ericcson K800i yang saya gunakan sebgai modem sekarang ini. Sorenya buka puasa dirumah rame-rame.

    Hari Ketiga, 29 September 2008, Badan semakin tidak fit. Agak demam, maag pun kambuh. Di lihat-lihat berat badan turun 7 kilo jadi 57Kg. AMAZNG!!!
    Surabaya, ternyata hidupku susah di Suarabaya. Hehehehe. Tiada yang dikerjakan hari ini. Sama seperti biasa masih menjadi supir sana sini. Tetapi saya sempat berkunjung kerumah Dolly Aswin Harahap, untuk meminjam buku Subversion dan meminta DVD repository ubuntu. Sore berbuka puasa di rumah uwak. Sayang tidak ada poto disini. Berkumpul lagi dengan sepupu gilak jadi-jadian.

    Hari keempat, 30 September 2008, hari ini kacau. Saya demam. Dari pagi tergeletak di rumah, tetapi puasa terus dijalankan. Masuk 2 sms yang mengajak berbuka puasa bersama, satu dari temen-tmen SMA, satu dari temen SMP. Bingung, dilemma, kalau satu ditolak pasti saya akan dicap sebagai SOMBONG. Akhirnya saya mengatakan tidak untuk keduanya dan mengatakan datang sebelum berbuka untuk teman SMA, dan datang setelah berbuka untuk temen SMP, dan saya sendiri berbuka puasa dirumah. Reuninan dengan temen SMA selalu dilakuan kalau saya pulang ke Medan, Tapi sangat jarang dengan temen SMP. Sewaktu berkumpul dengan temen SMA ternyata pun yang datang tidak ramai, ya orangnya itu-itu saja. Dan tidak sempat berpoto-poto, hanya bersalam-salaman saja, dan ya saya di cap sombong karena tidak bisa ikut berbuka bersama. Hehehehe

    Kemudian saya pulang untuk berbuka puasa di rumah dan kemudian pergi lagi ke SUN PLAZA untuk bertemu dengan teman-teman SMP yang hampir 7 taun tidak pernah ketemu. Seru juga, walau beberapa diantara mereka ada yang berubah 180 derajat dari yang aku kenal. Yang jelas ini ga boleh lupa poto-potonya.


    Reunian SMPN 7 Medan

    Selesai poto-poto semua bubar. Saya dengan Boim dan Manda melanjutkan makan engah malam di Triboy, sambil cerita-cerita seperti biasa. Disana saya bertemu dari keluarga SIREGAR. Ga jumpa waktu lebaran, jadi pas kali memang jumpa disini bersalam-salaman. Lengkap formasi mereka, Ada kak ENI tertua yang mudik dari Jakarta, kak EPI si bu Dokter yang mudik Simeleu, ada kak IRA yang gila, ada PUPUT yang tambah cantek, dan si pemuda CECEP. Maap lahir batin lah.

    Hari Kelima, 30 September 2008, akhirnya dengan abang ipar berhasil mewujudkan cita-cita untuk minum ES KRIM RIA dan Sate Padangnya yang tidak akan ditemukan di Surabaya, dan kemungkinan untuk beberapa Bulan ke deapan.

    Saya rasa cukup untuk bagian satu cerita IED 2008 sebelum hari-H.
    Nanti dilanjut lagi pada bagian kedua dan ketiga.
    :-)


    Next Page »