Nasionalisme, Pekerjaan, Baik-Buruk dalam satu Interview Kerja
Lama sudah tidak mem-posting tulisan di blog ini, hampir sebulan lebih. Agak sibuk belakangan ini, mulai dari sibuk pernikahan kakak saya, terus sibuk interview untuk mencari kerja, ditambah lagi saya baru beli domain www.doliharahap.net sekaligus hosting-nya, jadi berencana untuk pindahan blog ke domain baru tersebut. Tapi apa mau dikata, sampai sekrang niatan untuk pindahan itu belum terwujud juga.
Kaitannya dengan judul di atas, tentang interview kerja. Pertengahan bulan lalu saya diundang sebuah perusahaan kecil di Malaysia (tidak usah disebutkan nama perusahaannya) untuk melakukan interview kerja. Pada intinya sih pihak perusahaan sudah menerima saya. Semua perbincangan saya dengan pihak perusahaan berjalan lancar, dan membuat saya semangat dan tidak sabar lagi untuk terjun ke pekerjaan, sampai pada ujung percakapan ada sesuatu yang membuat saya menjadi tidak bersemangat lagi. Berikut perbincangan tersebut,
Perusahaan: Well, you can work started tommorow.
Saya:Wah, saya tak boleh Encik, ada sesuatu di Indonesia yang harus saya selesaikan. How about next month?
Perusahaan: Oh, Ok. No Problem. Jadi awal bulan depan dalam 3 hari bulan.
Saya: Ok Encik.
Perusahaan: Well, Terima Kasih. And last, I hope you can be a Modern Malaysian.
Saya: ???? Mean, Encik?Maksudnya?
Perusahaan: Yeah, You know lah, Indonesian Attitude.
Saya: ????? oh, ok.
Interview tersebut ditutup dengan sangat tidak mengenakkan untuk saya. Bagi yang sudah pernah tinggal di Malaysia pasti paham apa yang dimaksudkan dengan Indonesian Attitude di atas. Secara kesimpulannya ialah sesuatu yang negatif. Kalau mendengar seperti itu rasa nasionalisme saya pun kian berkobar, walau saya menyadari kebanyakan tingkah dan perilaku rakyat Indonesia masih banyak yang negatip. Lihat saja dalam sopan santun berkendara (kalau di Medan bisa setress, apalagi melihat tingkah laku sebagian anggota DPR). Tapi seburuk apapun itu, kalau bangsa sendiri di hina tetap saja saya tidak terima. Jadi perasaan itu membuat saya mengurungkan niat untuk mengambil pekerjaan itu.
Setelah pulang ke Medan, dan bercerita ke-orangtua, sepupu, kakak, abg ipar, teman, rata-rata mereka menjawab, “Ya ambil aja, tunjukkan kalau kau tu ga seperti yang dibayangkannya”. Kalimat itu kembali membakar semangat saya.
Untuk info tambahan, pihak perusahaan tersebut tudak memberikan saya visa profesional/pekerja untuk masa percobaan dan saya harus memakai visa pelajar saya yang masih aktif, yang notabene berarti saya melanggar peraturan. Sesuatu yang melanggar peraturan berarti tidak baik, sesuatu yang tidak baik kalau kita lakukan kemungkinan jatuhnya haram, paling tidak mungkin tidak diridhoi Allah. Dalam masa menunggu untuk mengambil pekerjaan tersebut, alhamdulillah ada panggilan lagi untuk interview kerja dan alhamdulillah saya diterima kerja. Mudah-mudahan ini jalan yang lebih baik.
Jadi pesan moral yang ingin saya bagi disini:
1. Saya tidak suka terhadap orang yang meng-umum-kan sesuatu yang spesifik. Seperti kisah pihak perusahaan yang memandang buruk tentang perilaku bangsa Indonesia. Awalnya saya menjadi skeptish terhadap orang Malaysia dan menganggap orang Malaysia itu Rasis, tapi akhirnya saya buang pikiran itu, karena kalau begitu saya akan benci dengan diri saya sendiri. Lagi pula banyak teman saya dan saudara saya yang orang Malaysia tidak berperilaku seperti pihak perusahaan tersebut. Jadi emang dasar si pihak perusahaan aja yang tidak berwawasan luas.
2. Sesuatu yang tidak baik jangan dikerjakan, karena pasti ada jalan yang lebih baik dan halal. Dalam kasus ini, saya bakal melanggar peraturan pemerintah Malaysia kalau saya bekerja menggunakan visa pelajar. Terbukti alhamdulillah Allah menunjukkan jalan yang Insyaallah jauh lebih baik.
3. Seburuk apapun bangsa ku, paling tidak suka kalau diinjak-injak. Kalau bukam kita yang membangun dan merubah bangsa ini, siapa lagi?
Jadi untuk orang-orang yang sudah sangat-sangat putus asa terhadap bangsa ini, sadarlah. Untuk orang-orang yang masih saja menggerogoti bangsa ini sadarlah.
Sekian, nanti saya sambung lagi tentang cerita interview Balicamp!!!
-
salam berbagi




Leave a Reply