Belajar Untuk Berbagi

learn to share knowledges | learn how to share knowledges

23  10 2008

Maaf

Maaf blog ku, kau terbengkalai.
Tunggu ku atur dulu jadwalku, adapatasi dulu dengan suasana baru, baru kuluangkan waktuku untukmu.


10 2008

Cerita Lebaran 2008 - 1 Syawal

Sambungan . . .

Di hari yang fitri ini sudah pasti sangat menyenangkan. Di pagi hari kebiasaaan di keluarga kami yaitu saling memberikan sepatah kata dan saling bermaafan di ruang tamu. Di mulai dari pembuka oleg APAK saya yang memberikan nasehat untuk setiap anaknya, dan satu sepupu yang tinggal dirumah. Apa yang beliau samapaikan sebenarnya tidak jauh berbeda dari apa yang disampaikannya Tahun lalu. Tapi tetap saja nasehat itu terus disampaikan biar anak-anaknya tidak pernah lupa, dan kemudian di akhirinya dengan kata maap lahir batin. Begitu juga dengan IBO, terus bergiliran ke kakak, abang ipar, sepupu, saya dan adik saya. Kemudian ritual tersebut diakhiri dengan salam-salaman, dan tidak lupa poto-poto. Hehehehe

IED 2008

Setelah itu kemudian melakukan Solat IED di Mesjid Dakwah Kampus USU. Seharusnya seperti biasa Solat dilakukan di lapangan Rektorat USU, tetapi karena hari hujan aktivitas Solat dipindahkan ke Mesjid Dakwah. Seperti biasa, Takir, dan kemudian Solat 2 raklaat dan diikuti oleh Khutbah yang disampaina oleh bapak NAWIR. Khutbah yang sangat bagus mengenai arti TAQWA, nanti saya coba bahas juga sedikit di blog saya mengenai Khutbah Beliau. Selesai semuanya, kemudian bertemu dengan beberapa teman dan bersalam-salaman. Saya berjumpa OK ISAN, ada bang SHOUMANANDA, ada bang ALI Mabok, dan beberapa yang lainnya. Setelah itu pulang kerumah.

Setelah bersiap-siap sebentar di rumah, kemudian pergi mengunjungi rumah Nenenk Neng, dan bersilaturahmi disana. Disana berjumpa dengan beberapa saudara yang mungkin setahun sekali jumpa. Sehabis itu pergi kerumah uwaj Pori di Tanjung Gusta. Disini berkumpul lagi dengan sepupu-sepupu gila. Ada si RIDHA yang sudadh mau melangsungkan pernikahan Januari nanti. MANTAP.
Disini juga saya menikmati lagi persekitaran rumah yang selama 7 tahun pernah saya tinggali dari tahun 192-1998. Saya juga sempat mngabadikan beberapa gambar yang sedikit mempunyai kenangan.

Mesjid Husnul Hidayah - Madrasah ku dulu


Lapangan Tg Permai tempat bermain dulu

Mesjid tersebut dulu tempat saya menuntut ilmu agama. Disana saya pernah belajar FIQIH, TAUHID, SOROKH, Bahasa ARAB, dan beberapa pelajaran lainya. Alhamdulillah dari situ saya mempunyai pondasi yg cukup kuat mengenai ilmu agama.
Lapangan tersebut merupakan tempat saya bermain dulu. Tem[at bermain sepeda, sepak bola, dan GALASIN. Kalau diingat-ingat menyenangkannya dulu.

Sehabis dari rumah uwak PORI, kami bergegas menuju rumah UWAK UTET. Kami akan membakar ikan dan memasak kerang rebus. Salah satu makanan wajib yang harus saya makan kalau saya pulang ke Medan.
Berkumpul sama sepupu-sepupu gila. Hehehehe. Berikut poto contohnya. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di FLICKR saya,


Menghajar 20 kilo kerang rebus


Mereka yang membakar

Begitulah Cerita di 1 Syawal. Nanti saya lanjut lagi dengan cerita liburan di Berastagi. Mau Solat Magrib dulu terus mau ke gramedia. Bosen nih.

:-)


10 2008

Cerita Lebaran 2008 - Sebelum 1 Syawal

Halo, Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon Maap Lahir dan Batin.

Libur untuk merayakan hari besar Idul Fitri ini sangat menyenangkan. Walaupun hanya seminggu, tetapi seminggu yang sangat menyenangkan, benar-benar refreshing dan jauh dari dunia nyata. Ya, saya jauh dari internet dan laptop. Hanya ada beberapa kali memegang laptop untuk copy-copy file, ada juga cek email beberapa kali. Selebihnya, santai, dan senang-senang!!!

Mulai berkumpul dengan keluarga, terus buka puasa di rumah uwak, terus juga ketemu temen SMA, ada juga reunian SMP, dan tetap makan nasi goreng TRIBOY sama 2 orang gilak Boim dan Manda, juga tidak ketinggalan berliburan di Berastagi dengan keluarga besar. Benar-benar seminggu yang sangat memuaskan.

Hari pertama , sabtu tanggal 27 September 2008, dengan keadaan ku yang sedikit kurang fit karena begitu suntuknya dari mulaai jam 6 pagi udah di Airport Juanda Surabaya. Airport yang bagus menurut saya. Nyaman walaupun penuh ramai sesak dengan orang yang melakukan mudik seperti saya. Jam 8 tepat saya menaiki pesawat LION Boeing 737-400 dan tiba di bandara Soekarno Hatta. Mengurus proses transit untuk melanjutkan penerbangan ke Medan. Disini saya melihat wajah yang tidak asing. Awalnya kurang percaya, tapi setelah dilihat lagi ternyata benar, mereka adalah Saktiawan Sinaga dan Markus Horison. Ga lupa lah poto-poto bentar. Hehehehe. Ini dia potonya.


Bersama Markus Horison

Saktiawan Sinaga bersama Keluarga

Inilah mengapa seorang public figure harus juga bisa jadi model. Hehehehe..Karena bakala banyak orang yang minta poto bareng.
(Markus Horison - Kiper Timnas Indonesia - Persik | Saktiawan Sianaga - Striker Persik).
Satu pesawat dengan mereka dengan menumpangi pesawat LION Boein 737-900ER dan akhirnya tiba di Airport terburuk di dunia Polonia Medan. Semakin pusing kapa;a karena kesemerawutan di Airport yang seharusnya saya sudah terbiasa karena udah bolak-balik keluar masuk Airport ini. Di jemput IBO dan langsung pulang kerumah dan menunggu berbuka puasa pertama di Medan bersama orang tua.

Hari Kedua, 28 September 2008, Pagi jemput kakak dan abang ipar di Airport. Ga banyak yang di kerjakan. Jadi supir seharian, belanja sana sini. Siangnya pergi ke Plaza Medan Fair, eh kebeli deh Sony Ericcson K800i yang saya gunakan sebgai modem sekarang ini. Sorenya buka puasa dirumah rame-rame.

Hari Ketiga, 29 September 2008, Badan semakin tidak fit. Agak demam, maag pun kambuh. Di lihat-lihat berat badan turun 7 kilo jadi 57Kg. AMAZNG!!!
Surabaya, ternyata hidupku susah di Suarabaya. Hehehehe. Tiada yang dikerjakan hari ini. Sama seperti biasa masih menjadi supir sana sini. Tetapi saya sempat berkunjung kerumah Dolly Aswin Harahap, untuk meminjam buku Subversion dan meminta DVD repository ubuntu. Sore berbuka puasa di rumah uwak. Sayang tidak ada poto disini. Berkumpul lagi dengan sepupu gilak jadi-jadian.

Hari keempat, 30 September 2008, hari ini kacau. Saya demam. Dari pagi tergeletak di rumah, tetapi puasa terus dijalankan. Masuk 2 sms yang mengajak berbuka puasa bersama, satu dari temen-tmen SMA, satu dari temen SMP. Bingung, dilemma, kalau satu ditolak pasti saya akan dicap sebagai SOMBONG. Akhirnya saya mengatakan tidak untuk keduanya dan mengatakan datang sebelum berbuka untuk teman SMA, dan datang setelah berbuka untuk temen SMP, dan saya sendiri berbuka puasa dirumah. Reuninan dengan temen SMA selalu dilakuan kalau saya pulang ke Medan, Tapi sangat jarang dengan temen SMP. Sewaktu berkumpul dengan temen SMA ternyata pun yang datang tidak ramai, ya orangnya itu-itu saja. Dan tidak sempat berpoto-poto, hanya bersalam-salaman saja, dan ya saya di cap sombong karena tidak bisa ikut berbuka bersama. Hehehehe

Kemudian saya pulang untuk berbuka puasa di rumah dan kemudian pergi lagi ke SUN PLAZA untuk bertemu dengan teman-teman SMP yang hampir 7 taun tidak pernah ketemu. Seru juga, walau beberapa diantara mereka ada yang berubah 180 derajat dari yang aku kenal. Yang jelas ini ga boleh lupa poto-potonya.


Reunian SMPN 7 Medan

Selesai poto-poto semua bubar. Saya dengan Boim dan Manda melanjutkan makan engah malam di Triboy, sambil cerita-cerita seperti biasa. Disana saya bertemu dari keluarga SIREGAR. Ga jumpa waktu lebaran, jadi pas kali memang jumpa disini bersalam-salaman. Lengkap formasi mereka, Ada kak ENI tertua yang mudik dari Jakarta, kak EPI si bu Dokter yang mudik Simeleu, ada kak IRA yang gila, ada PUPUT yang tambah cantek, dan si pemuda CECEP. Maap lahir batin lah.

Hari Kelima, 30 September 2008, akhirnya dengan abang ipar berhasil mewujudkan cita-cita untuk minum ES KRIM RIA dan Sate Padangnya yang tidak akan ditemukan di Surabaya, dan kemungkinan untuk beberapa Bulan ke deapan.

Saya rasa cukup untuk bagian satu cerita IED 2008 sebelum hari-H.
Nanti dilanjut lagi pada bagian kedua dan ketiga.
:-)


24  09 2008

Lama tidak menonton Televisi, Lama Tidak membaca Koran (KUPER)

Terhitung, 4 tahun belakangan ini hidup saya memang sudah sangat jauh dari yang naanya Televisi. Maklum selama Kuliah di Ujung Negara Jiran saya memang tidak memiliki Televisi. Hanya sewaktu kalau pulang liburan ke Medan lah saya baru bisa mengecap rasanya Televisi dengan penuh Sinetron yang sebagian besar tidak mendidik.

Tapi semenderitanya sewaktu di Malaysia itu tidak semenderita sewaktu sekarang. 2 bulan ini saya diSurabaya menjalani training peri jam 8 pagi pulang jam 7 malam. Membaca koran tidak sempat, Televisi tidak punya. Anak kos begini ya tidak punya Televisi. Kalau pun ada, sangat sayang waktunya habis untuk di alihkan ke melihat acara di Televisi.

Justru karena itu pula saya sekarang sangat-sangat kurang peka terhadap isu-isu yang terjadi sekarang. Saya tidak mengetahui apa yang terjadi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Padahal dulu sewaktu di Malaysia saya masih bisa menonton liputan6 melalaui streaming di liputan6.com. Atau membaca berita setiap sorenya melalui kompas.com, detik.com ataupun waspada.co.id untuk berita lokal. Malah saya juga sering megakses skyscrappercity.com untuk mendapatkan berita-berita mengenai pembangunan di Indonesia. Itu semua didukung dengan internet yang sangat2 mumpuni. Kecepatan 1Mbps dangat layak untuk itu.

Sekarang, saya seperti di dalam jaman kegelapan, yang saya tau cuma materi trainig seputar Java Teknologi. Walaupun saya meiliki akses internet, tetapi sangat sucks. Hanya sanggup mmbuka detik.com. Tidak halnya kompas.com, apalagi membuka forum skyscrappercity.com. Waspada? sudahlah, jamin tidak akan terbuka. Apalagi liputan6.com hanya sebatas mimpi.

Tidak tahu mengenai berita sekarang membuat saya gerah. Saya merasa kosong, tidak memiliki sesuatu yang bisa sasya bahas dengan orang lain. Masa saya mau membicarakan cara kerja Tomcat dengan orang tua saya. Atau mungkin pemahan konsep design pattern dengan kakak saya. Konyol.

Akhirnya dalam dua hari belakangan saya coba bangun lebih pagi, beli koran, sampai di kantor lebih awal sehingga saya bisa membacanya terlebih dahulu.

Apa yang saya dapat?
Ya, yang paling hot dalam Headline kompas 2 hari belakangan adalah kembali Parade Konyol DPR yang membuat RUU untuk pensiun MA. Apalagi? Sedikit berita bahwa Walikota Medan dijatuhi hukaman 5 tahun penjara. Adalagi Pemerintah akan menaikkan anggaran untuk gaji para pendidik di Indonesia, yang paling saya sorot adalah akan dinaikkannya gaji Doesn Guru Besar bersertifikat menjadi 13 juta. Alhamdulillah.

Masih banyak berita yang belum saya lahap. Kemungkinan untuk kedepan saya akan rutin membeli koran setiap harinya suapay saya tidak merasa kuper lagi.

Kapan anda merasa kuper?


21  09 2008

Lagi-lagi konsumen diposisi yang dirugikan

Saya punya cerita sedikit tentang kecewanya saya dirugikan oleh sang penjual. Saya kecewa dengan salah satu toko online yang menjual barang-barang dan terutamanya sebagai distributor OpenSource System, yang bertempat di Bali. Mungkin sebagian kalangan sudah tahu toko mana yang saya maksud. Ownernya juga salah satu member di PlanetTerasi. Semoga si mas yang punya membaca ini dan membuat regulasinya. (Untuk masalah regulasi, saya sudah cek di websitenya dan saya idak temukan. Kalau memang ada saya minta maaf).

Ceritanya begini. 2 bulan lalu saya berbelanja di toko online tersebut, dan itu merupakan pembelian saya yang kedua kali di toko tersebut. Saya membeli beberapa buah kaos, dan DVD Repository Ubuntu Hardy Heron. DVD tersebut berjumalah 5 keping. Dari masa pembelian yang tercatat sekitar pertengaan bulan Juli itu, baru sekarang saya sempat menggunakan DVD reposiroty Ubuntu tersebut. Memang ubuntu saya selama ini terabaikn, dan lebih banyak menggunakan windows Xp.

Alangkah naasnya saya, ketika ingin menginstall JAVA Runtime (JRE6) beserta JDK-nya, yang ternyata berada di DVD ke-2 dari 5 DVD tersebut. Instalasi tidak berjalan, Ubuntunya bilang dia tidak mengenali DVD tersebut. Setelah saya periksa dan cermati ternayata DVD tersebut masih KOSONG!!
Yap, BLANK DVD.

Kecewa, ya sungguh kecewa. Langsung saya coba menghubingi pihak toko melalui YM seperti yang biasa saya lakukan ketika melakukan pembelian. Saya langsung direspon. Alangkah senangnya, dan tambah senang lagi pihak toko merespon dengan sangat baik ketika saya ceritakan masalah saya dan bersedia mengirim kembali DVD nomor 2 tersebut. Mereka meminta alamat untuk dikirimkan dan nama saya tentunya. Setelah saya berikan, eh, ujungnya mereka meminta saya mengirimkan ongkos kirim sebesar Rp.17000.

Kok rasanya malah say yang dirugikan ya?
Saya akui Rp17000 terlalu besar untuk hanya sekeping DVD dan tentnya, untuk apa saya membayar ongkos kirim karena kesalahan bukan dipihak saya, setidaknya menurut saya begitu. Langsung saja saya akhiri perbincangan di YM tersebut dengan nada ketus.

Bebrapa menit kemudian karena tidak puas hati, saya mencoba satu per satu DVD tersebut. Dan ternyata DVD ke-5 juga kosong!!!
Sangat-sangat kecewa.

Disini saya ingin menyampaikan unek-unek saja. Memang sudah dua bulan berlalu, baru saya menyadari ada kesalahan. Awalnya saya juga tidak terlalu berharap pihak toko akan mengganti DVD tersebut karena jangka waktu yang sudah terlalu lama dari masa pembelian. Mungkin bisa disebut Garansinya sudah tidak berlaku. Tapi berdasarkan webnya, disana saya tidak menemukan itu.

Kalaupun ada, dan ternyata saya salah, kenapa pihak customer service tidak menjelaskan pada saya ketika saya bertanya apakah saya bisa meminta ganti rugi tersebut? Malah diakatakan bisa, tapi ujung-ujungnya malah diminta ongkos kirim. Saya berharap mas pemeilik toko yang ada di PlanaetTerasi itu membaca postingan saya. Kalau reguasi tentang ini memang ada saya minta maaf dan tolong diperjelas lagi dan di trainiing customer service yang melayani saya kemarin. Dan kalau tidak ada, sebaiknya di buat. Itu saja.

Akhirnya saya harus bersabar lagi mencoba JSE dan JEE di ubuntu ku ini. Tunda sampai pulang lebaran. Dolly Aswin Harahap sang penyelamat mau “memberikan” DVD repositorynya kepada saya. Hehehehe.


« Previous PageNext Page »