• Home
  • doliharahap?
  • Formulir Kontak
  • OpenCV
  • RSS

headerme.jpg

Category: Ilmu


Hardware Interrupts Memaksa CPU Kerja Rodi (Using 100% CPU)

Filed Under: Ilmu, Komputer dan Informasi Teknologi by admin — 3 Comments
January 29, 2011

Please use google translate if you want to read in English.

Fig. 1 Contoh gambar (sumber dari google image)

kemarin sore, aku mencoba menginstall aplikasi “google desktop” di atas windows xp. Ternyata ini awal dari bencana terhadap si Toshiba M100 ku. Terjadi komplikasi terhadap aplikasi lain yang sedang berjalan. Google desktop melakukan “indexing” untuk mesin pencarinya yang berjalan secara otomatis. Proses “indexing” itu dilakukan menyeluruh kesemua file di harddisk.

Kebetulan aku juga sedang menjalankan aplikasi utorrent untuk mendownload koleksi filem ku. Pada saat itu, “Air crash investigation Season 1 – Complete” sedang dalam proses pengunduhan. Memang nasib ku sedang apes pada saat itu, filem “Air crash investigation Season 1 – Complete” tersebut tiba-tiba erorr. Entah apa penyebabnya, sepertinya sumbernya hilang sehingga proses unduh pun tidak bisa dilanjutkan. Inilah yang aku anggap sebagai “trigger” dari permasalahan ku. Google desktop kemungkinan (berdasarkan asumsi ku) masih terus melakukan proses “indexing” terhadap semua file dari utorrent yang sedang ku unduh. Karena temporari file unduhan dari utorrent terus berubah, seiring dengan proses pengunduhan, ini kemungkinan yang menyebabkan Toshiba M100 ku terasa sangat lamban.

Nah, karena si “Air crash investigation Season 1 – Complete” tadi error, aku pun langsung menghapusnya dari harddisk secara permanen, begitu juga file torrent-nya. Sementara google desktop terus melakukan “indexing”, sehingga ketika ia masih membaca temporari file dari “Air crash investigation Season 1 – Complete”, file tersebut sudah tidak ada lagi.

Tiba-tiba notebook ku diam membisu, tidak bisa melakukan apa-apa. Terpaksa main kasar, aku pun mematikan paksa si notebook. Kemudian setelah dihidupkan kembali, ternyata si notebook berjalan sangat lambat. Menjalankan firefox sangat berat, menonton filem suaranya tersendat-sendat. Sangat menjengkelkan.

Aku pun penasaran, setelah dicari-cari kesana kemari, menemui titik terang pertama. Di sebuah forum mengatakan, coba install aplikasi Process Explorer untuk mengetahui proses mana yang banyak memakan CPU. Program ini bisa di unduh di tautan berikut. http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896653 . Aplikasi ini membantu melihat proses lebih detil dibandingkan task manager.

Dari aplikasi ini terlihat proses “interrupts” ternyata benar-benar memakan CPU ku. Kadang mencapai 100%. Aku ga sempat pula mengambil gambarnya, tetapi bisa diilustrasikan seperti gambar di atas. Cari kesana kemari, ternyata komplikasi si google desktop dan utorrent tadi menyebabkan harddisk bingung.

Setelah berjam-jam mencari akhirnya aku menemukan sebuah solusi dari sebuah forum, bisa dirujuk ke tautan berikut. http://www.osnn.net/windows-desktop-systems/85595-100-cpu-due-hardware-interrupts-2.html . Yang awalnya menggunakan Direct Memory Access (DMA) berubah menjadi Programmable Input/Output mode.

Penjelasan gamblang. Pada dasarnya Harddisk diizinkan untuk mengakses memori secara langsung yang disebut DMA. Ini memungkinkan proses berlangsung secara cepat tanpa harus menggangu CPU yang punya banyak tugas lebih penting, dari sekedar mengatur arus lalu lintas data. Nah, mungkin masalah ku di atas, membuat si Harddisk bingung, jadi semua masalah diserahkan ke CPU yang ngurus, berubah lah ke PIO mode. Ini lah proses yang memakan CPU sehingga notebook bekerja sangat lambat.

Akhirnya solusinya datang juga. Aku pergi ke device manager (Start -> Settings -> Control Panel -> System -> Hardware Tab ->Device manager). Lihat bagian ‘IDE ATA/ATAPI controllers’. Pada primary dan secondary IDE channel, klik kanan -> properties. Kemudian pergi ke tab advance setting. Pada dropdown “Transfer mode”, ini seharusnya terisi dengan “DMA if available”. Dan pada Current Transfer Mode, seharunya juga terisi dengan DMA. Apabila ditemui PIO mode, baik pada primary dan secondaru channel,  pergi ke tab driver kemudian uninstall. Anda akan diminta untuk me-restart notebook anda, setelah itu notebook akan menginstall kembali driver dari IDE channel tersebut, dan secara otomatis akan kembali ke DMA mode.

Hola, permasalahan selesai. Alhamdulillah. Semoga ini dapat membantu anda semua.

Mari kembali bekerja, kalau ada yang ngerti OpenCV mengenai color-based object tracking, bagi-bagi ilmunya ya.



Post to Twitter

Tags: CPU High, google, Google Desktop, interrupts, Komputer dan Informasi Teknologi, system idle process, Windows XP
Comment

Sulap Notebook Tua Tampak Baru

Filed Under: Ilmu, umum by admin — 6 Comments
January 21, 2011

Beberapa postingan sebelum ini, ada cerita tentang gimana ngebongkar Toshiba Satellite M100. Waktu itu karena cooling fan-nya macet, jadinya si notebook ngambek dan setiap 5 menit mematikan dirinya sendiri.

Nah, disitu ada gambar si notebook dengan body sedikit silver yang sudah sedikit butek kehitam-hitaman. Entah karena si empunya yang jorok, ato emang dasar si orangebook (sebutan untuk si notebook) yang terlalu mudah dekil. Tapi ya wajar juga mengingat umurnya yang sudah 6 tahun.

Jasa si orangebook yang sangat banyak seperti menemani mengerjakan tugasan kuliahan dulu, projek akhir, magang di Unijaya Sdn Bhd dan dibawa-bawa kemana ada instalasi aplikasi di tempat klien, sehingga keyboardnya pun sempat rusak. Bertahan setahun pake keyboard eksternal, akhirnya si orangebook mendapatkan keyboard barunya di Ratu Plaza setahun setelah kerusakan. Jasa membantu mencari ilmu dan nafkah selama di Balicamp, baik kerjaan kantor maupun kerjaan lepas. Berlanjut menemani menyelesaikan tugasan pada study master kali ini, juga bekerja keras mencari sebongkah emas sewaktu kerja part-time di Encoral Digital Solution Sdn Bhd. Hingga akhirnya sekarang berkutat dengan thesis master ku.

Sebagai apresiasi terhadap si orangebook aku baru aja me-make over -kannya. Seperti gambar berikut.

Dengan menggunakan cat spray seperti pilox warna hitam metalic membuatnya lebih terlihat gagah dan shinny.

Setelah dicat, agar kelihatan lebih wah aku poles lagi dengan sejenis kit, yang biasa dipake untuk mobil dan motor.

Terakhir dengan tambahan stiker intel core 2 duo dan graphic by ati yang aku beli lewat ebay.com seharga $2, menambah ciamik tampilan si orangebook.


Aku udah, kalian kapan????



Post to Twitter

Tags: cat, cover, paint, satellite m100, speaker, toshiba
Comment

Membongkar Notebook Toshiba Sattellite M100

Filed Under: Ilmu, umum by admin — 4 Comments
August 20, 2010

Salam,

Sebenernya sudah lama pengen nulis ini, tapi baru kesampaian sekarang. Beberapa minggu yang lalu notebook tua kesayangan saya, Toshiba Sattellite M100 biasa saya sebut orangebook karena warnanya orange, sering mati tiba-tiba. Bukan shutdown, tapi mati tiba-tiba tanpa ada sebarang pemberitahuan terlebih dahulu. Sebenarnya saya sudah tahu apa penyebabnya, karena si orangebook kepanasan atau istilah perkomputeran ialah overheat. Permasalahan ini kalau saya tidak salah muncul sudah hampir 2 tahun lalu, dikarenakan fan pendingin processor sudah tidak berfungsi lagi. Hanya saja baru belakangan ini si orangebook hanya mampu bertahan hanya 10 menit dan dia sudah kepanasan.

Merasa sudah tidak tahan, saya berfikir untuk mengganti fan-nya dan sampai juga berfikir kenapa tidak ganti notebook saja sekalian, berhubung umur si laptop memasuki usia 4 tahunan. Saya pun membawa si orangebook ke toko komputer terdekat dan bertanya bisa diservis atau tidak, kalau tidak tukar fan-nya saja. Tanpa menyentuh si orangebook, jelas tanpa melakukan servis terlebih dahulu, si tukang langsung sebut “kita ganti saja, itu sudah pasti rusak, harganya RM250 siap 3 hari”. Wah, ni orang seenak perutnya saja. Jangankan melihat harga yang tidak bisa ditawar itu (fyi: kipas angin di kamar saya harganya saja cuma RM60), tambah lagi perlakuannya tanpa mendengar permintaan saya. Saya minta diservis karena kemungkinan kabel lepas atau berdebu sehingga fan tidak berfungsi, tapi tidak ia gubris.

Tanpa fikir panjang saya bongkar sajalah. Saya beli thermal paste, dan beberapa obeng sebagai perlengkapan. Dengan bermodalkan nekad dan panduan cara membongkar si orangebook (source dari internet), saya mulai membongkar satu demi satu. Ya seperti yang terlihat pada gambar. Pada sampai bahagian fan dan processor, jelas terlihat debu segumpal sebesar genggaman tangan saya menyumbat di sela-sela fan. Saya bersihkan, saya asumsikan memang itulah permasalahannya. Saya tambahkan thermal paste di heatsink dan chipset. Kemudian saya susun kembali. Bahagian menyususn ini yang paling membuat setres, karena saya lupa susunannya. Setelah berjibaku beberapa menit, akhirnya semua terpasang.

Dan si orangebook kembali normal, fan jalan tanpa harus merogoh kocek RM250 = Rp750.000. Pesan moral, jangan selalu bergantung pada orang, dan jangan mau dibodoh-bodohin sebagai konsumen. Ilmu itu banyak tersedia apalagi jaman internet sekarang ini, tinggal kemauan kita mencari dan belajar.

NB: pada saat pemasangan, saya dapat bonus baut satu buah. Hihihi



Post to Twitter

Tags: fan, notebook, overheat, processor, Toshiba Sattellite M100
Comment

How To: Using BibTex in Latex

Filed Under: Ilmu by admin — Leave a comment
August 30, 2009

Hai hai..
Rasanya ini blog semakin tidak terurus. Kasiaaaaaannn…
Ada niat mau upgrade wordpressnya, tapi ga jadi-jadi. Ada niat mau buat homepage terus buat satu halaman khusu buat CV, tapi ga sempat-sempat juga. Sebenernya sempat, tapi begitu ada waktu luang semuanya lupa dan malah mengerjakan sesuatu yang lain. Mesti ada niat yang lebih kuat nih sepertinya.

Sudahlah, nanti lah itu dibicarakan lagi, sekarang ada mumpung ada sesuatu yang ingin saya tulis, lenbih baik sesegara mungkin di realisasikan. Daripada nanti tidak jadi lagi. Oke, mari kita mulai.

Sesuai judul di atas, cara menggunakan BibTex di Latex. Apa itu Bibtex, apa itu Latex?
Latex adalah sebuah Document Preparation System, begitu tertulis di websitenya. Biasanya digunakan olef para ilmuwan untuk memudahkan mempublikasikan tulisan-tulisan mereka ke dalam bentuk paper. Untuk lebih jelasnya dan mau tahu lebih banyak mungkin bisa merujuk ke wikipedia.

Sekilas contoh yang saya ambil dari wikipedia tadi.

\documentclass[12pt]{article}
\usepackage{amsmath}
\title{\LaTeX}
\date{}
\begin{document}
  \maketitle
  \LaTeX{} is a document preparation system for the \TeX{}
  typesetting program. It offers programmable desktop publishing
  features and extensive facilities for automating most aspects of
  typesetting and desktop publishing, including numbering and
  cross-referencing, tables and figures, page layout, bibliographies,
  and much more. \LaTeX{} was originally written in 1984 by Leslie
  Lamport and has become the dominant method for using \TeX; few
  people write in plain \TeX{} anymore. The current version is
  \LaTeXe.

  % This is a comment, it is not shown in the final output.
  % The following shows a little of the typesetting power of LaTeX
  \begin{align}
    E &= mc^2                              \\
    m &= \frac{m_0}{\sqrt{1-\frac{v^2}{c^2}}}
  \end{align}
\end{document}

Dengan hanya mengetikkan dengan menggunakan MARKUP Latex, kita bisa menghasilkan sebuah dokumen dengan tampilan seperti ini:

Biasanya, untuk mengikutin suatu konferensi dan kita ingin ikut sebagai salah satu pembicara, pihak panitia sudah memberikan format standar Latex, sehingga kita tinggal mengikuti format nya saja. CMIWW.

Nah, apa pula itu Bibtex. Untuk memudahkan memahaminya, Bibtex ini semacam plugin (CMIWW) untuk Latex, yang memudahkan kita untuk menyusun reference atau bibiliography. Dengan menggunakan Latex tadi, kita bisa dengan mudah menyusun reference tanpa harus menulisnya satu persatu.

Untuk menggunakannya, pertama kita harus membuat satu file sebagai database reference-nya, misalnya “Tesisku.bib” dengan file Latex untuk paper anda misalnya “Tesisku.tex”. Contoh di dalam file “Tesisku.bib”

@misc{ ref01,
       author = "Bapak Ref 1",
       title = "Bulan Puasa",
       year = "2008" }

@misc{ ref02,
       author = "Bapak Ref 2",
       title = "Solat Taraweh",
       year = "2009" }

Dan di dalam file Latex “Tesisku.tex” seperti berikut.

\documentclass[11pt]{article}
\usepackage{cite}

\begin{document}

\title{Berpuasa di Bulan Ramadhan}
\author{Doli Anggia Harahap}
\maketitle

Berpuasa adalah wajib hukumnya \cite{ref01}.
Dan kita sebaiknya melakukan Solat Taraweh di malam harinya \cite{ref02}.

\bibliography{Tesisku.bib}{}
\bibliographystyle{plain}
\end{document}

Kemudian file tersebut haruslah di compile terlebih dahulu.

$ latex Tesisku.tex
$ bibtex Tesisku.tex
$ latex Tesisku.tex
$ latex Tesisku.tex

Apabila ingin hasilnya langsung ke dalam bentuk PDF:

$ pdflatex Tesisku.tex
$ bibtex Tesisku.tex
$ pdflatex Tesisku.tex
$ pdflatex Tesisku.tex

Kalau tidak ada error, maka akan muncul file Tesisku.pdf

Semoga membantu, dan semoga bermanfaat.

Reference:

http://www.bibtex.org/Using/

http://www.cs.duke.edu/courses/fall01/cps300/bibtex/quick.tutorial.html



Post to Twitter

Tags: bibtex, latex, paper, review paper, scientific paper, Tesis, texmaker
Comment

After installing ATI X.Org driver

Filed Under: Ilmu, Komputer dan Informasi Teknologi by admin — Leave a comment
July 10, 2009

Just this morning, i tried to install the newest one of ATI driver on my ubuntu (fglrx driver). I just don’t realized for what will happend, because i just turn on my notebook on the afternoon.

It is very annoying that i found my notebook can’t reach the splash screen of ubuntu. THe display was freeze and i can’t do anything with my notebook. I am try to figure out what just happened with my lappie. For a few moments, i realized that i just installed this newest thing of fglrx driver, and i made an assumption this thing is the problem.

For everyone who’s getting the same or simmilar problem, this article maybe can be helpful for you.

When you reach GRUB, choose the Recovery Mode of your ubuntu, and then just drop into the root terminal/command line.

Then you just unistall the things that might be your problems. For what i faced, i realized that this fglrx driver is the problem. So i just unsitalled it by using

apt-get remove xorg-driver-fglrx

After that i can nack into my ubuntu again.

My suggestion is, don’t try to install the newest one of fglrx driver. Googling first about the package, might be there are still bugs to be repaired.

Hope can be usefull for you!!



Post to Twitter

Tags: ATI driver, crash, fglrx, Komputer dan Informasi Teknologi, xorg
Comment
Page 1 of 212»
  • Yang Kecarian

  • Yang Layak Diikutin

    • Aditya Awank
    • Andika Perdana Putera
    • Chicken Strip
    • Dolly Aswin
    • Hun Hun
    • Ibu Wyd
    • Putri Jump
  • Yang Lalu

  • Jenis Tulisan

    • Berbagi Pengalaman (8)
      • Dunia Kerja (8)
    • Hiburan (4)
      • Movies (1)
      • Musics (3)
    • Ilmu (7)
    • Komputer dan Informasi Teknologi (14)
      • internet (8)
    • Kritik Sosial (14)
    • Olahraga (2)
      • Sepakbola (2)
    • OpenCV (1)
    • Pemrograman (9)
      • Java (1)
      • MySQL (2)
    • umum (49)
  • Aneka Ragam

  • Mari Bersilaturahmi

  • Yang Narsis dan Promosi

    Mangkuk Merah Hosting
  • Komen Terbaru

    • me on Penyetaraan Ijazah Luar Negeri oleh DIKTI terkesan aneh
    • Karsen on Hardware Interrupts Memaksa CPU Kerja Rodi (Using 100% CPU)
    • admin on Hardware Interrupts Memaksa CPU Kerja Rodi (Using 100% CPU)
    • Wahyu on Hardware Interrupts Memaksa CPU Kerja Rodi (Using 100% CPU)
    • admin on Sulap Notebook Tua Tampak Baru
  • Yang Populer

    Abon anggota DPR ATI driver Australia babi Bachelor bahasa indonesia Bakat Bali Balicamp Bandung Beasiswa bebek bibtex blogger Bosen brad pitt brice willis BUMN Checkbox chrome crash Cristano Ronaldo D3 Daftar Filem Dark Knight denzel washingthon detikcom Dikti domain emansipasi wanita EOS450D ES KRIM RIA fglrx Filem flash gaji dosen google halal hosting HTML JAVA Komputer dan Informasi Teknologi PNS wordpress
  • Yang Lupa Waktu

    February 2012
    M T W T F S S
    « Nov    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    272829  
Powered by WordPress and Mangkuk Merah Hosting | Theme: Motion | Customized by
[ Back to top ]