• Home
  • doliharahap?
  • RSS

doliharahap

doliharahap

Belajar Untuk Berbagi

Category: Ilmu


Membongkar Notebook Toshiba Sattellite M100

Filed Under: Ilmu, umum by admin — 4 Comments
August 20, 2010
[Translate]

Salam,

Sebenernya sudah lama pengen nulis ini, tapi baru kesampaian sekarang. Beberapa minggu yang lalu notebook tua kesayangan saya, Toshiba Sattellite M100 biasa saya sebut orangebook karena warnanya orange, sering mati tiba-tiba. Bukan shutdown, tapi mati tiba-tiba tanpa ada sebarang pemberitahuan terlebih dahulu. Sebenarnya saya sudah tahu apa penyebabnya, karena si orangebook kepanasan atau istilah perkomputeran ialah overheat. Permasalahan ini kalau saya tidak salah muncul sudah hampir 2 tahun lalu, dikarenakan fan pendingin processor sudah tidak berfungsi lagi. Hanya saja baru belakangan ini si orangebook hanya mampu bertahan hanya 10 menit dan dia sudah kepanasan.

Merasa sudah tidak tahan, saya berfikir untuk mengganti fan-nya dan sampai juga berfikir kenapa tidak ganti notebook saja sekalian, berhubung umur si laptop memasuki usia 4 tahunan. Saya pun membawa si orangebook ke toko komputer terdekat dan bertanya bisa diservis atau tidak, kalau tidak tukar fan-nya saja. Tanpa menyentuh si orangebook, jelas tanpa melakukan servis terlebih dahulu, si tukang langsung sebut “kita ganti saja, itu sudah pasti rusak, harganya RM250 siap 3 hari”. Wah, ni orang seenak perutnya saja. Jangankan melihat harga yang tidak bisa ditawar itu (fyi: kipas angin di kamar saya harganya saja cuma RM60), tambah lagi perlakuannya tanpa mendengar permintaan saya. Saya minta diservis karena kemungkinan kabel lepas atau berdebu sehingga fan tidak berfungsi, tapi tidak ia gubris.

Tanpa fikir panjang saya bongkar sajalah. Saya beli thermal paste, dan beberapa obeng sebagai perlengkapan. Dengan bermodalkan nekad dan panduan cara membongkar si orangebook (source dari internet), saya mulai membongkar satu demi satu. Ya seperti yang terlihat pada gambar. Pada sampai bahagian fan dan processor, jelas terlihat debu segumpal sebesar genggaman tangan saya menyumbat di sela-sela fan. Saya bersihkan, saya asumsikan memang itulah permasalahannya. Saya tambahkan thermal paste di heatsink dan chipset. Kemudian saya susun kembali. Bahagian menyususn ini yang paling membuat setres, karena saya lupa susunannya. Setelah berjibaku beberapa menit, akhirnya semua terpasang.

Dan si orangebook kembali normal, fan jalan tanpa harus merogoh kocek RM250 = Rp750.000. Pesan moral, jangan selalu bergantung pada orang, dan jangan mau dibodoh-bodohin sebagai konsumen. Ilmu itu banyak tersedia apalagi jaman internet sekarang ini, tinggal kemauan kita mencari dan belajar.

NB: pada saat pemasangan, saya dapat bonus baut satu buah. Hihihi

Share me !
Tags: fan, notebook, overheat, processor, Toshiba Sattellite M100
Comment

Setelah Sekian Lama

Filed Under: MySQL, internet, umum by admin — 1 Comment
April 14, 2010
[Translate]

image

Assalamualaikum!!

Setelah sekian lama tidak menjamah blog ini, mungkin dikarenakan minat menulis memang tidak besar. Walaupun begitu sebenarnya doliharahap.net ini tetap aktif dibelakang. Saya gunakan untuk upload progres kerja/projek agar mudah diakses oleh klien yang entah di mana.

Sekarang mencoba lagi meningkatkan minat menulis, karena minat untuk berbagi cukup tinggi. Untuk itu saya coba hidupkan kembali blog ini. Sebelumnya blog ini berdomisili di rumahweb.com tetapi saya merasa kurang dengan paketnya, terutama jumlah MySQL database yang dibagi. Tanpa disengaja teman mempromosikan usaha hostingan yang dijalankan abangnya. Yaitu mangkukmerah.com. Setelah mencari tau dari chatting dengan owner, akhirnya saya memutuskan untuk pindah karena paket yang ditawarkan sangat menarik, unlimited MySQL databeses.

Semoga blog ini terus berjalan dan menemaniku mencari duit sampingan. Terima kasih buat abanya adun, si owner, yang udah sangat membantu plus bonus link yang bagus itu..heheeeh

Share me !
Tags: doliharahap, domain, hosting
Comment

How To: Using BibTex in Latex

Filed Under: Ilmu by admin — Leave a comment
August 30, 2009
[Translate]

Hai hai..
Rasanya ini blog semakin tidak terurus. Kasiaaaaaannn…
Ada niat mau upgrade wordpressnya, tapi ga jadi-jadi. Ada niat mau buat homepage terus buat satu halaman khusu buat CV, tapi ga sempat-sempat juga. Sebenernya sempat, tapi begitu ada waktu luang semuanya lupa dan malah mengerjakan sesuatu yang lain. Mesti ada niat yang lebih kuat nih sepertinya.

Sudahlah, nanti lah itu dibicarakan lagi, sekarang ada mumpung ada sesuatu yang ingin saya tulis, lenbih baik sesegara mungkin di realisasikan. Daripada nanti tidak jadi lagi. Oke, mari kita mulai.

Sesuai judul di atas, cara menggunakan BibTex di Latex. Apa itu Bibtex, apa itu Latex?
Latex adalah sebuah Document Preparation System, begitu tertulis di websitenya. Biasanya digunakan olef para ilmuwan untuk memudahkan mempublikasikan tulisan-tulisan mereka ke dalam bentuk paper. Untuk lebih jelasnya dan mau tahu lebih banyak mungkin bisa merujuk ke wikipedia.

Sekilas contoh yang saya ambil dari wikipedia tadi.

\documentclass[12pt]{article}
\usepackage{amsmath}
\title{\LaTeX}
\date{}
\begin{document}
  \maketitle
  \LaTeX{} is a document preparation system for the \TeX{}
  typesetting program. It offers programmable desktop publishing
  features and extensive facilities for automating most aspects of
  typesetting and desktop publishing, including numbering and
  cross-referencing, tables and figures, page layout, bibliographies,
  and much more. \LaTeX{} was originally written in 1984 by Leslie
  Lamport and has become the dominant method for using \TeX; few
  people write in plain \TeX{} anymore. The current version is
  \LaTeXe.

  % This is a comment, it is not shown in the final output.
  % The following shows a little of the typesetting power of LaTeX
  \begin{align}
    E &= mc^2                              \\
    m &= \frac{m_0}{\sqrt{1-\frac{v^2}{c^2}}}
  \end{align}
\end{document}

Dengan hanya mengetikkan dengan menggunakan MARKUP Latex, kita bisa menghasilkan sebuah dokumen dengan tampilan seperti ini:

Biasanya, untuk mengikutin suatu konferensi dan kita ingin ikut sebagai salah satu pembicara, pihak panitia sudah memberikan format standar Latex, sehingga kita tinggal mengikuti format nya saja. CMIWW.

Nah, apa pula itu Bibtex. Untuk memudahkan memahaminya, Bibtex ini semacam plugin (CMIWW) untuk Latex, yang memudahkan kita untuk menyusun reference atau bibiliography. Dengan menggunakan Latex tadi, kita bisa dengan mudah menyusun reference tanpa harus menulisnya satu persatu.

Untuk menggunakannya, pertama kita harus membuat satu file sebagai database reference-nya, misalnya “Tesisku.bib” dengan file Latex untuk paper anda misalnya “Tesisku.tex”. Contoh di dalam file “Tesisku.bib”

@misc{ ref01,
       author = "Bapak Ref 1",
       title = "Bulan Puasa",
       year = "2008" }

@misc{ ref02,
       author = "Bapak Ref 2",
       title = "Solat Taraweh",
       year = "2009" }

Dan di dalam file Latex “Tesisku.tex” seperti berikut.

\documentclass[11pt]{article}
\usepackage{cite}

\begin{document}

\title{Berpuasa di Bulan Ramadhan}
\author{Doli Anggia Harahap}
\maketitle

Berpuasa adalah wajib hukumnya \cite{ref01}.
Dan kita sebaiknya melakukan Solat Taraweh di malam harinya \cite{ref02}.

\bibliography{Tesisku.bib}{}
\bibliographystyle{plain}
\end{document}

Kemudian file tersebut haruslah di compile terlebih dahulu.

$ latex Tesisku.tex
$ bibtex Tesisku.tex
$ latex Tesisku.tex
$ latex Tesisku.tex

Apabila ingin hasilnya langsung ke dalam bentuk PDF:

$ pdflatex Tesisku.tex
$ bibtex Tesisku.tex
$ pdflatex Tesisku.tex
$ pdflatex Tesisku.tex

Kalau tidak ada error, maka akan muncul file Tesisku.pdf

Semoga membantu, dan semoga bermanfaat.

Reference:

http://www.bibtex.org/Using/

http://www.cs.duke.edu/courses/fall01/cps300/bibtex/quick.tutorial.html

Share me !
Tags: bibtex, latex, paper, review paper, scientific paper, Tesis, texmaker
Comment

After installing ATI X.Org driver

Filed Under: Ilmu, ubuntu by admin — Leave a comment
July 10, 2009
[Translate]

Just this morning, i tried to install the newest one of ATI driver on my ubuntu (fglrx driver). I just don’t realized for what will happend, because i just turn on my notebook on the afternoon.

It is very annoying that i found my notebook can’t reach the splash screen of ubuntu. THe display was freeze and i can’t do anything with my notebook. I am try to figure out what just happened with my lappie. For a few moments, i realized that i just installed this newest thing of fglrx driver, and i made an assumption this thing is the problem.

For everyone who’s getting the same or simmilar problem, this article maybe can be helpful for you.

When you reach GRUB, choose the Recovery Mode of your ubuntu, and then just drop into the root terminal/command line.

Then you just unistall the things that might be your problems. For what i faced, i realized that this fglrx driver is the problem. So i just unsitalled it by using

apt-get remove xorg-driver-fglrx

After that i can nack into my ubuntu again.

My suggestion is, don’t try to install the newest one of fglrx driver. Googling first about the package, might be there are still bugs to be repaired.

Hope can be usefull for you!!

Share me !
Tags: ATI driver, crash, fglrx, ubuntu, xorg
Comment

Penyetaraan Ijazah Luar Negeri oleh DIKTI terkesan aneh

Filed Under: Ilmu, kritik sosial, umum by admin — 16 Comments
March 20, 2009
[Translate]

Setiap mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri, khususnya negera persemakmuran Inggris (Malaysia, Australia, dll), yang menganut sistem pendidikan Inggris, biasanya selalu dihadapkan dengan permasalahan dan ketakutan bahwa pendidikan S1 yang mereka ambil hanya akan dianggap D3 oleh DIKTI. Itu memang nyata, dan sudah terbukti sampai sekarang ini. Semua lulusan yang bergelar Bachelor walaupun ada embel-embel WITH HONOURS sebagian akan disetrakan sebagai D3, tetapi ada juga yang disetarakan S1.

Itu menjadi pertanyaan saya, setelah saya melihat-lihat di website http://evaluasi.or.id yang tertera untuk universitas saya, Universiti Utara Malaysia, dengan program yang sama dan gelar yang didapatkan sama, Bachelor Information Technology with Honours, dua orang SHERLIA ARLIATY dan MUHARMAN LUBIS, bisa mendapatkan penyetaraan yang berbeda.

Kasus ini membuat saya penasaran dan saya mengangkatnya dan menulisnya di Guest Book http://evaluasi.or.id yang juga ditanggapi oleh beberapa teman dari Monash University Melbourne. Berikut tulisannya.

Pengirim: Doli Anggia Harahap
Medan( 11 Maret 2009, 02:08:13)
Pesan / Komentar:
Assalamualaikum Bapak/Ibu,

Saya ingin bertanya mengenai penyetaraan ijazah untuk tamatan luar negeri. Saya tamatan dari Malaysia dan ingin menyetarakan ijazah.
Beberapa waktu lalu teman saya satu angkatan menyetarakan ijazahnya dan hanya mendapatkan penyetaraan setaraf D3 oleh DIKTI dengan gelar yang dia sandadang adalah Bachelor of Information Technology wih Honours, begitu juga saya.
Adapun senior kami beberapa tahun lalu, dengan lulusan universitas Malaysia yang sama, jurusan yang sama dengan gelar yang sama mendapatkan penyetaraan setaraf S1 oleh
Yang ingin saya tanyakan, sebenarnya apa standar perhitungan untuk membedakan S1 dengan D3 untuk lulusan dari Malaysia?Saya ingin menyetarakan ijazah saya untuk setaraf S1. Karena arahan dari pihak Kedutaan melalui Atase Pendidikan disana, seharusnya taraf pendidikan yang kami sandang adalah SAMA dengan S1 di Indonesia.
Adakah penjelasan untuk ini? Terima Kasih atas perhatiannya.


Tanggapan:Thio
Medan( 13 Maret 2009, 14:52:52)
Embok Gia gimana ini? kalau tak salah pertanyaan ini sudah pernah dimunculkan pada tgl 5 Maret tapi tak dapat tanggapan dari Dikti.Sebenarnya yang menjadi standar untuk membedakan S1 dan D3 luar negeri sih gampang, termasuk akreditasi ( recognition of International )University tersebut, system perkuliahnnya, jumlah SKS yang diambil untuk gelar itu, program dan mata kuliah apa sesuai dengan gelar itu dsb. Aneh dalam praktek penyetaraan Dikti kita memberi kesan asal2an, sorry saya jadi buruk sangka apakah sebenarnya anak buah unqualify yang bekerja, kepala team yang profesional karena kesibukan hanya teken aja. Bayangkan berasal dari Uni dan Jurusan yang sama, sementara yang graduated with honours disetarakan dengan D3, yang biasa2 aja justru berezeki dapat disetarakan dengan S1. That means the world maybe crazy especially in our Ditjen Dikti Jakarta. Teringat saya nenekku pernah cerita dizaman beliau Ba itu artinya SARJANA MUDA yaitu D3 kita. Apakah Dikti punya pegawai setua nenekku? kok belum pensiun ya? nenekku sudah berusia 80 tahun dan giginya sudah ompong semua! kalau ya Dikti terima pegawai super tua, nenekku ingin lamar! berikan beliau kesempatan melamar donk! Bapak/Ibu Dikti yang murah hati, dari pada nenekku tiap hari kerjanya ngelamun ngeluh gak bisa lewat waktu, too much waktu nganggur tak baik buat kesehatan nenekku. Biarlah beliau sana bantu setarakan ijazah luar negeri, kan tak sulit, nampak Bachelor langsung cap D3 aja. Saran saya Gia sebaiknya sering muncul di kolom komentar ini, repeat2 same question juga no problem. Supaya salah satu staff yang tugasnya menyetarakan ijazah Gia able to keep your name in mind,kelak begitu nampak langsung disetarakan dengan S1, pepatah mengatakan gak kenal maka gak sayang, right? kalaupun ternyata kesialan disetarakan dengan D3, don’t be sad, you are not the first, itu sudah sering kejadian. Langsung aja ambil Master ke luar negeri,program Master overseas 1 1/2 thn sudah bisa selesai. Kalau terhadap Master Degree, Ditjen Dikti tak pernah stingy, asal University itu terakreditasi International, langsung diproses dan terbitlah SK yang setarakan Master anda dengan S2 sini.Solusi Ini yang sering dipakai Bachelor luar negeri yang kebetulan sial disetarakan dengan D3. Kebanyakan mereka pikir mau complain ke mana? habis tenaga berteriak mengatakan ini unfair pun tak mungkin terdengar Bapak Dirjen Dikti kita. Atau kalau gak mau lanjut ke Master, apply aja ke perusahaan swasta yang tak bermasalahkan Bachelor dengan S1, bagi swasta sama aja degree ini, cuma tak bisa ke Government Jobs termasuk BUMN/BUMD, karena mereka akan minta lampirkan SK Dikti tentang kesetaraan ijazah luar negeri. Antara S1 dan D3 pangkatnya sungguh jauh, kita ini sangat dirugikan kalau apply job ke Government field bila disetarakan dengan D3. Good luck to you, Wasalam dari Thio di Medan.


Tanggapan:Dinul
Medan( 13 Maret 2009, 20:48:21)
Walaikum Salam, Gia dan Thio di Medan, saya Dinul juga dari Medan. Tertarik untuk ikut diskusi topik yang kalian bicarakan. Sebenarnya standar yang paling gampang untuk membedakan degree Bachelor luar negeri itu setara D3 atau S1 Indonesia bisa dengan cara:
( 1 ) Berapa SKS yang diperoleh untuk mencapai degree itu? karena SKS (total credit) harus setara dengan sarjana sini, kalau tak salah 144 SKS. kalau kurang dari itu bisa aja disetarakan dengan D3.
( 2 ) Coba check ke salah satu Overseas University yang terakreditasi International, apakah Bachelor ini bisa terus ke Master program mereka gak? kalau no problem itu tandanya S1 karena D3 tak mungkin bisa lanjut ke Master.Bisa di check via email, fax, tel atau agen mereka di Medan seperti kalau Malaysia bisa check ke Global Total, Australia bisa check ke IDP Australia Centre. kalau mau sambung ke Universitas negeri yang tak ada agen di sini, via email aja paling 1 atau 2 hari sudah dapat jawaban.
Sebenarnya gak ada perbedaan yang signifikan antara program D3 dan S1, system, kurikulum dan content mata kuliah hampir sama. Lamanya kuliah tak bisa jadi patokan karena S1 bagi yang cepat bisa selesai dalam 3 tahun. Jadi di Indonesia umumnya dari jumlah SKS yang membedakan D3 dan S1. Ada juga sekolah program D3 nya lebih titik beratkan praktek dari teori contohnya akademi perawat, AMIK dll supaya bisa langsung kerja begitu tamat. Seperti yang Thio sebutkan, adalah sangat rugi dalam apply pekerjaan kalau status degree kita D3 terutama lamar ke kantor pemerintahan, pangkat D3 jauh lebih rendah dari S1 kalau tak salah D3 itu pangkat golongan 2B sedangkan S1 pangkat golongan 3A. Dari 2B ke 2C butuh 4 thn, 2C ke 2D 4 thn, 2D ke 3A 4thn, bayangkan kalau teman2 Gia yang berasal dari satu Uni dan satu jurusan, yang Honours dapat D3 sedangkan yang lebih bodoh disetarakan S1, seandainya sama2 diterima di kantor pemerintahan yang sama, wah, kasihan yang D3 ini, ketinggalan 12 tahan hanya karena human error. Gak tahu bagaimana cara kerja Dikti? saya juga korban penyetaraan, wisuda Oktober tahun lalu di Monash University, Melbourne. Jumlah SKS saya 144, sudah dapat Offer letter dari Monash U untuk intake awal bulan ini tapi sudah saya cancel karena faktur resesi global.Karena ingin jadi PNS bulan lalu saya ke Dikti untuk setarakan degree. Tak sangka dapat D3 pada hal segala persyaratan S1 terpenuhi ! Kasihan ibuku, karena beliau yang paling berat memikul selama kami( saya dan abangku )kuliah. Mungkin anda akan bertanya, kenapa gak kerja part-time untuk meringankan orang tua sewaktu kuliah di Melbourne (3 1/2 thn)? Gia dan Thio, itu cobaan buat kita yang beragama Islam, kerja part-time di sana rata2 di restaurant, memang upah sangat tinggi per hour bisa mencapai AUD 15-16, namun kita akan kehilangan waktu Zhuhur atau Ashar terutama Magrib.Kalau sudah menetap berbulan bahkan bertahun di sana tentu bukan musafir tak mungkin kita bisa jamakkan shalat kita, yang bisa rutin laksanakan paling Subuh dan Isa. Itupun berbahaya,karena kalau kerja malam pulang dalam kondisi terlampau capek bisa kelewatan Subuh. Antara berpenghasilan dan Ibadah, orang tuaku pilih lebih baik mereka banting tulang di Medan untuk biayai uang sekolah kami dari pada kami kerja lantas rusak ibadah.Sekarang mereka sudah tua, namun mereka masih ingin saya lanjut ke jenjang Master, kuliah dalam negeri sudah terbentur D3 Dikti ini, mudah2an Allah SWT memberi petunjuk kearah mana saya harus melangkah.amin. Wassalam dari Dinul Medan.


Tanggapan:Ikhsan
Melbourne( 14 Maret 2009, 06:35:14)
Dear Admin Ditjen Dikti,
Hope DITJEN DIKTI INDONESIA will take note and reply to Dinul degree’s case, because his case is genuine from a WELL-KNOWN and WORLD RECOGNISED UNIVERSITY.Further more he only plead for FAIRNESS from his “DEGREE” and nothing more. Please kindly pass this message to Prof.DR.Fasli Jalal, Dirjen Dikti Diknas RI.
Thanks and best regards from Ikhsan, one of Monash University alumni.


Tanggapan:Ikatan Mahasiswa Muslim Monash Melbourne
Melbourne, Victoria( 15 Maret 2009, 10:54:36)
Assalam Mualaikum W.W.
Yang terhormat,
Bapak Prof. Bambang Sudibyo/Menteri Pendidikan Nasional RI
Bapak Prof.DR. Fasli Jalal/Dirjen Dikti Diknas RI
Bapak Direktur Akademik Urusan Luar Negeri
Bapak Kepala Seksi Penilaian Ijazah luar negeri
Bapak/Ibu Admin
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Ditjen Dikti
Di Senayan Jakarta,
Dengan hormat,
Kami, beberapa Mahasiswa Indonesia yang pada saat ini sedang mengikuti kuliah program Bachelor of Arts di Monash University, Melbourne, Victoria, Australia ingin memberikan sedikit tanggapan terhadap kasus penyetaraan degree Bachelor Of Arts ( Politics, Communication ) senior kami Dinul Fiktri Anchan yang disetarakan dengan D3 ( Sk Dikti no. 0494 tgl 27-02-2009 ):
Di Monash College tak ada Diploma of Arts (setara D3) yang berprogram Political Science/International relation. Program ini hanya terdapat di Monash University, Melbourne. Bachelornya dengan SKS sebanyak 144 equal dengan S1 negara kita. Berhubung kami sekarang sedang di jurusan yang sama seperti sdr Dinul dengan keyakinan bahwa apa yang sedang kami ikuti adalah program S1 maka melalui kolom tanggapan ini kami memohon dengan segala kerendahan hati agar diberi penjelasan :
(l) Apa yang menjadi landasan penyetaraan ijazah luar negeri yang menentukan degree itu D3 atu S1? Sayang Sdr Doli A Harahap dari Medan tidak sebutkan nama Universitynya di Malaysia.Kami sangat ingin penjelasan mengapa temannya yang Bachelor of Information System (Hons) yang diambil sesuai dengan arahan atase Kedutaan di Malaysia hanya disetarakan D3?
(2) Mengapa senior kami Dinul F Anchan yang sudah selesai program Bachelor of Arts ( double major in Politics, Communication ) dengan jumlah SKS sebanyak 144 tanpa pernah fail, sudah dapat offer letter untuk melanjutkan ke jenjang Master of Arts hanya disetarakan dengan D3 di Indonesia kita? hal ini sangat penting kami ketahui karena menyangkut masa depan kami. Dari penjelasan Bapak2 bisa kami menentukan sikap ke arah mana kami akan bergerak ke depan.
Demikian permohonan kami, mohon kesudian Bapak2 Dikti Diknas RI untuk memberi tanggapan.Seandainya ada kesalahan atau kekhilafan baik kata maupun sikap dalam membuat surat ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya.
Wassalam dari: Ikatan Mahasiswa Muslim Monash Melbourne.


Tanggapan:Lisa
Malaysia( 15 Maret 2009, 11:18:55)
I am in USM Malaysia, feel most sad and disappointed to learn our Education Ministry treats Monash University degrees as inferior to local Indonesia Universities degrees. Feel funny this is peculiar to happen in our Education world. For long time, until recently, Malaysia local Universities view foreign degrees from UK, Australia, NZ, Ireland US etc as inferior to local universities. Never imagined our Country hold same view too.Lisa,Malaysia.

Disitu mas Dinul mengatakan ada peraturan tidak tertulis (Atau tertulis, kalau ada saya minta peraturannya) yang mengatakan untuk membedakan hanyalah jumlah Unit/Credit Hours/SKS dari program yang pendidikan. Untuk bisa disetarakan sebagai S1 “katanya” harus mencapai SKS minimal 144. Saya hanya merasa itu peraturan aneh kalau memang benar-benar tertulis, tetapi kalaupun memang benar adanya tertulis, saya ikhlas ijazah saya yang hanya 114 SKS dengan gelar Bachelor of Information Technology with Honors itu hanya dianggap D3. Saya hanya ingin bertanya mengenai peraturan dan aturan main yang jelas dan memang sudah diatur oleh Undang-Undang.

Dalam hal ini, biasanya orang-orang akan berkata, “sudah, lanjutkan saja lagi kuliah S2 di negara tempat kamu S1 tersebut, selesai perkara, toh semua gelas Master diakui di Indonesia”. Oke, masuk akal. Tapi tidak untuk orang yang memang bercita-cita ingin menjadi PNS, atau ingin melanjutkan program S2 di Univeristas di Indonesia, atau juga untuk orang yang kurang mampu tamatan  S1 di luar negeri yang didapatkan melalui program beasiswa dan tidak sanggup untuk melanjutkan S2, apakah beliau ini juga harus menanggung gelar D3????

Bagaiamana pihak-pihak pendidikan Indonesia menjawabnya?

Share me !
Tags: Australia, Bachelor, Beasiswa, D3, Dikti, Malaysia, Monash, Penyetaraan Ijazah, PNS, S1, Universiti Utara Malaysia
Comment
Page 1 of 212»
  • Yang Kecarian

  • Yang Layak Diikutin

    • Aditya Awank
    • Dolly Aswin
    • Hun Hun
    • Ibu Wyd
    • Putri Jump
  • Yang Lalu

  • Aneka Ragam

  • Yang Narsis dan Promosi

    The Ubuntu Counter Project - user number # 21563
  • Komen Terbaru

    • Syed on Membongkar Notebook Toshiba Sattellite M100
    • admin on Membongkar Notebook Toshiba Sattellite M100
    • nurul on Membongkar Notebook Toshiba Sattellite M100
    • Dolly Aswin Harahap on Membongkar Notebook Toshiba Sattellite M100
    • Duha Iklan on Tulisan Pak/Mas/Om Romi menginspirasikanku untuk..
  • Yang Populer

    Abon anggota DPR ATI driver Australia babi Bachelor bahasa indonesia Bakat Bali Balicamp Bandung Beasiswa bebek bibtex blogger Bosen brad pitt brice willis BUMN Checkbox chrome crash Cristano Ronaldo D3 Daftar Filem Dark Knight denzel washingthon detikcom Dikti domain emansipasi wanita EOS450D ES KRIM RIA fglrx Filem flash gaji dosen google halal hosting HTML JAVA PNS ubuntu wordpress
  • Yang Lupa Waktu

    September 2010
    M T W T F S S
    « Aug    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
Powered by WordPress | Theme: Motion | Customized by
[ Back to top ]
English العربية español bahasa Indonesia 日本語 ภาษาไทย Filipino 中文 (简体) powered byGoogle