• Home
  • doliharahap?
  • Formulir Kontak
  • OpenCV
  • RSS

headerme.jpg

Category: Kritik Sosial


Bebek goreng tali plastik !!

Filed Under: Kritik Sosial, umum by admin — 3 Comments
September 18, 2008

Satu lagi keanehan yang aku temukan di Surabaya. Bebek goreng tali plastik. Ya benar, bebeknya digoreng masih terikat dengan tali plastik. Tadinya menahan lapar dari kantor berbuka puasa hanya dengan air putih, bermaksud untuk mencari makanan dekat dengan kos-kosan saja.

Sampai di kos-kosan, meletakkan ransel, dan langsung mencari warung-warung pinggir jalan. Melihat satu warung yang ramai, dan kebetulan memang warung tersebut belum perah saya “icip-icip” menu makanannya. Saya memesan 2 potong bebek goreng, ya 2 potong karena memang sudah sangat terasa lapar. Barulah keanehan saya temukan, ini bebek kok sepertinya ada anehnya. Dilihat-lihat ternyata ada tali plastik, atau lebih dikenal dengan tali rapia, mengikat potongan si bebek.

Rasa dalam hati mau marah, saya pun menemui sang penjual.
“MAS, INI KOQ MASIH ADA TALINYA?? APA2AN INI???!!!”
“Lhoo, bukannya mas yang pilih yg diiket??piye Toh??”

what the bebek!!!

Ternyata mereka memang menjual bebek yang masih diikat seperti itu. Gila, aneh!! Apa mereka ga tau ya kalu tali itu digoreng sangat-sangat berbahaya. Wah, bagaimana sih ini pendidikan kesehatan masyarakat kita? Ini sama persis sama berita yang pernah ditampilkan investigasi TransTV mengenai sang penjual makanan yang menggoreng kerupuk bersama plastik pembungkusnya sekalian. Gila. Lagi-lagi gila!!

Harusnya yang begini-begini merupakan tanggung jawab sapa ya? Apa pihak pemerintah setempat harus menginspeksi tempat-tempat makan yang beginian ya? Yang tambah membuat saya bingung dan aneh, ternyata para pembeli memang tau kalau itu memang dijual pakai tali seperti itu. Terdengar suara embeli lainnya, “Eh, kamu mau yang pakai tali atau  enggak dek? Yang pakai tali aja mas…”

Waduuuh…Gawat…

Yang membuat saya lebih khawatir, gara-gara tali itu, saya jadi berpikir. Ini bebek HALAL atau enggak ya?
Ternyata mencari makanan di Surabaya memang susah. Saya ingin kembali ke Medan atau Jakarta saja rasanya.



Post to Twitter

Tags: bebek, halal, Surabaya
Comment

Ketika mudik mencekik. Mudik = Motor Bekas.

Filed Under: Kritik Sosial, umum by admin — 8 Comments
September 5, 2008

MUDIK

=

gambar from somewhere on the net

Puasa di bulan ramdhan ini memang baru berjalan 5 hari. Sekedar catatan, ini tahun ke-empat saya berpuasa seorang diri. Maklum dari kuliah sampe sekarang kerja masih ngekos juga, anak lajang, belum beristri. Balik lagi ke masalah puasa yang masih terlalu dini untuk membicarakan mudik. Tapi ternyata (saya yang baru tahun pertama mengembara di pulau jawa), sebulan sebelum lebaran adalah hal yang wajar untuk membicarakan dan membahas yang namanya mudik.

Saya yang awam, ternyata harus juga ikut mulai memikirpan bagaimana caranya mudik. Tadinya, karena libur untuk lebaran juga hanya seminggu, dan saya juga masih baru sebulan di Surabaya, untuk ngomongin mudik ke Medan rasanya nanggung. Lebih baik ga usah balik lah lebaran kali ini, dengan pertimbangan sayang duit. Apalagi saya juga belum merasakan gaji pertama penuh, tiba-tiba sudah harus menguras kantong dengan judul “mudik”.

Tapi ide itu harus saya kubur dalam-dalam, karena yang ada saya dimarahi oleh kakak saya dan org tua saya. “Masa ga pulang kau?!!!?? Duit pulak kau pikirin, ga usah kayak orang susah lah”. Berpikir lagi, bener juga, kapan lagi ngumpul bareng keluarga???

Yasudah, akhirnya saya ngikut juga untuk pulang lebaran nanti. Tapi akhirnya ongkosnya bapak saya yang nanggung..hehehehe

Di balik itu semuam sebenernya sungkan. Ketika akhirnya saya tahu ternyata ongkosnya bisa dikatan “tidak waras”. Jelas, kalau saya yang harus ngebiyayain ongkos tersebut. Darimana saya dapat uang segitu?
Ongkos pulang balik Surabaya-Medan pada saat lebaran nanti bisa dibilang setara dengan harga motor bekas dengan brand ternama seperti honda atau yamaha.

Sadis, lemes, pasrah, dan bersyukur sajalah. Mungkin rejeki lain akan datang untuk menutupi ongkos mudik tersebut. Yang jelas, pulang ke medan!!!
YIHAAA…..



Post to Twitter

Tags: mudik
Comment

Mengobati Luka di Wajah Indonesia

Filed Under: Kritik Sosial, umum by admin — 2 Comments
August 11, 2008

Tahun ini mungkin sangat bersejarah bagi bangsa kita. Dimana secara nasional (dan mudah-mudahan secara internasional), pemerintah kita mengusung tema tahun kunjungan Indonesia (Visit Indonesia Year 2008) dalam memperingati 100 tahun kebangkitan negara ini. Kemudian, tidak lama lagi juga kita akan memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang seperti kita ketahui bersama sudah mencapai umur yang ke-63.

Seharusnya dengan ada peringatan seakbar itu, citra dan wajah bangsa ini sedewasa umurnya sekarang. Tapi apa yang terjadi? Di tahun ini pula banyak sebagian orang tertentu yang menambah luka di wajah bangsa ini. Luka yang semakin dalam, membusuk, berakar. Yang mungkin juga baunya juga tercium sampai ke dunia internasional. Memang hanya segelintir orang yang membuat luka tersebut, tetapi yang ingin mempercantik wajah bangsa ini seakan tidak berdaya bearada ditengah “budaya bobrok” yang sudah berakar bertahun-tahun.

Coba saja kita jabarkan luka-luka yang terjadi tahun ini.Sebut saja kasus besar di tanah air ini yang mungkin masih segar ditelinga kita. Kejaksaan Agung, kalau mau bicara jujur dan bisa ditanyakan kepada oknum yang memang dari kalangan kejaksaan itu sendiri. Sudah berpuluh tahun sebenarnya instansi penegak hukum pemerintah ini memiliki budaya melukai wajah bangsa ini, hanya saja tahun ini baru bisa diungkap. Lihat saja bagaimana sebuah perkaa bisa diperjual belikan, bahkan sampai ada makelar perkara. Seorang wanita yang keliatannya hebat dalam mengatur segalanya, hebat dalam menjiwai perannya, dan bisa membuat para penegak hukum tersebut seperti tunduk dan patuh pada setiap perkataannya.

Kemudian kita bergerak lagi ke lembaga yang seharusnya membawa aspirasi rakyat. DPR, ya apalagi? Lembaga legislatif ini yang paling menambah bau penyakit di wajah bangsa ini. Bagaimana tidak, lembaga yang dipercayakan rakyat ini malah memperjualbelikan kepercayaan rakyat demi segelintir harta. Ada beberapa kasus yang menimpa lembaga yang membuat undang-undang ini, dalam tahun ini saja mungkin sudah terdapat 3 atau lebih kasus dugaan KKN yang melibatkan anggotanya. Bahkan yang paling ekstrim terdapat kasus yang dalam persidangan memperdengarkan suara percakapan sang anggota parlemen meminta wanita untuk menemaninya.

Mungkin lebih menyakitkan lagi dalam lembaga eksekutif negara ini. Lembaga yang dipimpin oleh Presiden SBY ini sangat gencar menegakkan keadilan dan mendukung sepenuhnya program pemberantasan KKN di negara ini. Tapi ironisnya, berita yang masih segar di bulan kemerdekaan ini 2 anggota menteri di bwah Presiden SBY ini diberitakan terlibat kasus dugaan korupsi. Memang masih berstatus terduga, belum terbukti benar atau tidak.

Itu hanya sebagian kecil penyebab luka di wajah bangsa ini, mungkin masih banyak lagi penyebab luka yang lain yang masih tidak diketahui gejalanya. Terus apa yang sebaiknya kita perbuat untuk mengobati luka tersebut?

Betapa indahnya bangsa ini jika semua elemenn menjalankan tugasn sesuai dengan fungsinya. Mungkin dengan cara mulai dari diri sendiri untuk mengobati luka di wajah bangsa ini. Kita yang notabene adalah pelajar mempunyai tanggung jawab juga untuk memperbaiki citra bangsa ini. Paling tidak dengan menjalankan tugas kita sebagaimana fungsi kita sebagai pelajar, dan kalau bisa membuat terobosan-terobasan baru yang bisa menggebrak dan membuat mata dunia tercengang bahwasanya Indonesia itu mempunyai sesuatu yang lebih dari sekedar luka di wajah.

Kekuatan yang kecil jika dipupuk bersama akan menjadi kekuatan yang besar pada akhirnya, dan semoga kekuatan itu bisa memperbaiki citra bangsa ini.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63 dan Selamat memperingati 100 tahun Hari Kebangkitan Indonesia. Bukan untuk sekedar diperingati, tetapi juga untuk dilaksanakan.

Tambahan dari penulis, jangan pernah sekalipun menghilangkan rasa nasionalisme kita, jangan pernah malu dengan bangsa kita, walaupun keadaan negara kita dalam kondisi yang tidak bagus. Bangsa kita ini perlu terus dijaga dan dirawat sehingga penyakit wajah itu bisa segera sembuh dan bau tidak sedapnya bisa kembali wangi. Indonesia satu, dari kita, oleh kita, untuk kita.



Post to Twitter

Tags: Indonesia, kebangkitan Nasional, korupsi
Comment

PNS – Masih aja berkeliaran waktu jam kerja

Filed Under: Kritik Sosial by admin — 1 Comment
July 31, 2008

Kembali kritik sosial saya tuliskan di blog saya ini, sekarang untuk mengkritik para PNS. Mungkin kritikan ini juga bakal menyinggung ibu kandung saya sendiri.

Hari Selasa kemarin saya bersama sepupu pergi mengambil belanjaan di pasar petisah, berhubung baru bisa diambil satu jam kemudian dan kami sudah terlanjur keluar dari rumah, jadi kami sepakat untuk sarapan terlebih dahulu di lontong bang man di depan SMUNSA Medan. Waktu pada saat itu menunjukkan jam 10.30 pagi yang notabene adalah jam kerja. Tapi apa yang saya lihat adalah pemandangan seperti gambar dibawah ini.

PNS berkeliaran pada waktu kerja

Yah, seharusnya bapak-bapak dan ibu-ibu itu berada dalam kantor untuk menyelesaikan pekerjaan atau melayani masayarakat, bukannya ikut makan lontong atau belanja di pasar seperti saya yang pengangguran ini. Hehehehe.

Sebenernya ibu saya juga kadang sering juga tidak berada di tempatnya pada saat jam kerja. Berhubung dia dosen, jadinya hanya pada saat mengajar saja dia berada di tempat dia bekerja.

Yah, mudah-mudahan bapk dan ibu tadi memang ada keperluan mendadak, dan sekembalinya mereka ke kantor, mereka menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Amiin.

Sekian liputan dari DOL PANTAU, Halah.

-
salam berbagi



Post to Twitter

Comment
Page 3 of 3«123
  • Yang Kecarian

  • Yang Layak Diikutin

    • Aditya Awank
    • Andika Perdana Putera
    • Chicken Strip
    • Dolly Aswin
    • Hun Hun
    • Ibu Wyd
    • Putri Jump
  • Yang Lalu

  • Jenis Tulisan

    • Berbagi Pengalaman (8)
      • Dunia Kerja (8)
    • Hiburan (4)
      • Movies (1)
      • Musics (3)
    • Ilmu (7)
    • Komputer dan Informasi Teknologi (14)
      • internet (8)
    • Kritik Sosial (14)
    • Olahraga (2)
      • Sepakbola (2)
    • OpenCV (1)
    • Pemrograman (9)
      • Java (1)
      • MySQL (2)
    • umum (49)
  • Aneka Ragam

  • Mari Bersilaturahmi

  • Yang Narsis dan Promosi

    Mangkuk Merah Hosting
  • Komen Terbaru

    • aditya on doliharahap?
    • me on Penyetaraan Ijazah Luar Negeri oleh DIKTI terkesan aneh
    • Karsen on Hardware Interrupts Memaksa CPU Kerja Rodi (Using 100% CPU)
    • admin on Hardware Interrupts Memaksa CPU Kerja Rodi (Using 100% CPU)
    • Wahyu on Hardware Interrupts Memaksa CPU Kerja Rodi (Using 100% CPU)
  • Yang Populer

    Abon anggota DPR ATI driver Australia babi Bachelor bahasa indonesia Bakat Bali Balicamp Bandung Beasiswa bebek bibtex blogger Bosen brad pitt brice willis BUMN Checkbox chrome crash Cristano Ronaldo D3 Daftar Filem Dark Knight denzel washingthon detikcom Dikti domain emansipasi wanita EOS450D ES KRIM RIA fglrx Filem flash gaji dosen google halal hosting HTML JAVA Komputer dan Informasi Teknologi PNS wordpress
  • Yang Lupa Waktu

    May 2012
    M T W T F S S
    « Nov    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
Powered by WordPress and Mangkuk Merah Hosting | Theme: Motion | Customized by
[ Back to top ]