Please use google translate if you want to read in English.

Fig. 1 Contoh gambar (sumber dari google image)

kemarin sore, aku mencoba menginstall aplikasi “google desktop” di atas windows xp. Ternyata ini awal dari bencana terhadap si Toshiba M100 ku. Terjadi komplikasi terhadap aplikasi lain yang sedang berjalan. Google desktop melakukan “indexing” untuk mesin pencarinya yang berjalan secara otomatis. Proses “indexing” itu dilakukan menyeluruh kesemua file di harddisk.

Kebetulan aku juga sedang menjalankan aplikasi utorrent untuk mendownload koleksi filem ku. Pada saat itu, “Air crash investigation Season 1 – Complete” sedang dalam proses pengunduhan. Memang nasib ku sedang apes pada saat itu, filem “Air crash investigation Season 1 – Complete” tersebut tiba-tiba erorr. Entah apa penyebabnya, sepertinya sumbernya hilang sehingga proses unduh pun tidak bisa dilanjutkan. Inilah yang aku anggap sebagai “trigger” dari permasalahan ku. Google desktop kemungkinan (berdasarkan asumsi ku) masih terus melakukan proses “indexing” terhadap semua file dari utorrent yang sedang ku unduh. Karena temporari file unduhan dari utorrent terus berubah, seiring dengan proses pengunduhan, ini kemungkinan yang menyebabkan Toshiba M100 ku terasa sangat lamban.

Nah, karena si “Air crash investigation Season 1 – Complete” tadi error, aku pun langsung menghapusnya dari harddisk secara permanen, begitu juga file torrent-nya. Sementara google desktop terus melakukan “indexing”, sehingga ketika ia masih membaca temporari file dari “Air crash investigation Season 1 – Complete”, file tersebut sudah tidak ada lagi.

Tiba-tiba notebook ku diam membisu, tidak bisa melakukan apa-apa. Terpaksa main kasar, aku pun mematikan paksa si notebook. Kemudian setelah dihidupkan kembali, ternyata si notebook berjalan sangat lambat. Menjalankan firefox sangat berat, menonton filem suaranya tersendat-sendat. Sangat menjengkelkan.

Aku pun penasaran, setelah dicari-cari kesana kemari, menemui titik terang pertama. Di sebuah forum mengatakan, coba install aplikasi Process Explorer untuk mengetahui proses mana yang banyak memakan CPU. Program ini bisa di unduh di tautan berikut. http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896653 . Aplikasi ini membantu melihat proses lebih detil dibandingkan task manager.

Dari aplikasi ini terlihat proses “interrupts” ternyata benar-benar memakan CPU ku. Kadang mencapai 100%. Aku ga sempat pula mengambil gambarnya, tetapi bisa diilustrasikan seperti gambar di atas. Cari kesana kemari, ternyata komplikasi si google desktop dan utorrent tadi menyebabkan harddisk bingung.

Setelah berjam-jam mencari akhirnya aku menemukan sebuah solusi dari sebuah forum, bisa dirujuk ke tautan berikut. http://www.osnn.net/windows-desktop-systems/85595-100-cpu-due-hardware-interrupts-2.html . Yang awalnya menggunakan Direct Memory Access (DMA) berubah menjadi Programmable Input/Output mode.

Penjelasan gamblang. Pada dasarnya Harddisk diizinkan untuk mengakses memori secara langsung yang disebut DMA. Ini memungkinkan proses berlangsung secara cepat tanpa harus menggangu CPU yang punya banyak tugas lebih penting, dari sekedar mengatur arus lalu lintas data. Nah, mungkin masalah ku di atas, membuat si Harddisk bingung, jadi semua masalah diserahkan ke CPU yang ngurus, berubah lah ke PIO mode. Ini lah proses yang memakan CPU sehingga notebook bekerja sangat lambat.

Akhirnya solusinya datang juga. Aku pergi ke device manager (Start -> Settings -> Control Panel -> System -> Hardware Tab ->Device manager). Lihat bagian ‘IDE ATA/ATAPI controllers’. Pada primary dan secondary IDE channel, klik kanan -> properties. Kemudian pergi ke tab advance setting. Pada dropdown “Transfer mode”, ini seharusnya terisi dengan “DMA if available”. Dan pada Current Transfer Mode, seharunya juga terisi dengan DMA. Apabila ditemui PIO mode, baik pada primary dan secondaru channel,  pergi ke tab driver kemudian uninstall. Anda akan diminta untuk me-restart notebook anda, setelah itu notebook akan menginstall kembali driver dari IDE channel tersebut, dan secara otomatis akan kembali ke DMA mode.

Hola, permasalahan selesai. Alhamdulillah. Semoga ini dapat membantu anda semua.

Mari kembali bekerja, kalau ada yang ngerti OpenCV mengenai color-based object tracking, bagi-bagi ilmunya ya.



Post to Twitter