Sambungan . . .
Di hari yang fitri ini sudah pasti sangat menyenangkan. Di pagi hari kebiasaaan di keluarga kami yaitu saling memberikan sepatah kata dan saling bermaafan di ruang tamu. Di mulai dari pembuka oleg APAK saya yang memberikan nasehat untuk setiap anaknya, dan satu sepupu yang tinggal dirumah. Apa yang beliau samapaikan sebenarnya tidak jauh berbeda dari apa yang disampaikannya Tahun lalu. Tapi tetap saja nasehat itu terus disampaikan biar anak-anaknya tidak pernah lupa, dan kemudian di akhirinya dengan kata maap lahir batin. Begitu juga dengan IBO, terus bergiliran ke kakak, abang ipar, sepupu, saya dan adik saya. Kemudian ritual tersebut diakhiri dengan salam-salaman, dan tidak lupa poto-poto. Hehehehe

IED 2008
Setelah itu kemudian melakukan Solat IED di Mesjid Dakwah Kampus USU. Seharusnya seperti biasa Solat dilakukan di lapangan Rektorat USU, tetapi karena hari hujan aktivitas Solat dipindahkan ke Mesjid Dakwah. Seperti biasa, Takir, dan kemudian Solat 2 raklaat dan diikuti oleh Khutbah yang disampaina oleh bapak NAWIR. Khutbah yang sangat bagus mengenai arti TAQWA, nanti saya coba bahas juga sedikit di blog saya mengenai Khutbah Beliau. Selesai semuanya, kemudian bertemu dengan beberapa teman dan bersalam-salaman. Saya berjumpa OK ISAN, ada bang SHOUMANANDA, ada bang ALI Mabok, dan beberapa yang lainnya. Setelah itu pulang kerumah.
Setelah bersiap-siap sebentar di rumah, kemudian pergi mengunjungi rumah Nenenk Neng, dan bersilaturahmi disana. Disana berjumpa dengan beberapa saudara yang mungkin setahun sekali jumpa. Sehabis itu pergi kerumah uwaj Pori di Tanjung Gusta. Disini berkumpul lagi dengan sepupu-sepupu gila. Ada si RIDHA yang sudadh mau melangsungkan pernikahan Januari nanti. MANTAP.
Disini juga saya menikmati lagi persekitaran rumah yang selama 7 tahun pernah saya tinggali dari tahun 192-1998. Saya juga sempat mngabadikan beberapa gambar yang sedikit mempunyai kenangan.

Mesjid Husnul Hidayah – Madrasah ku dulu

Lapangan Tg Permai tempat bermain dulu
Mesjid tersebut dulu tempat saya menuntut ilmu agama. Disana saya pernah belajar FIQIH, TAUHID, SOROKH, Bahasa ARAB, dan beberapa pelajaran lainya. Alhamdulillah dari situ saya mempunyai pondasi yg cukup kuat mengenai ilmu agama.
Lapangan tersebut merupakan tempat saya bermain dulu. Tem[at bermain sepeda, sepak bola, dan GALASIN. Kalau diingat-ingat menyenangkannya dulu.
Sehabis dari rumah uwak PORI, kami bergegas menuju rumah UWAK UTET. Kami akan membakar ikan dan memasak kerang rebus. Salah satu makanan wajib yang harus saya makan kalau saya pulang ke Medan.
Berkumpul sama sepupu-sepupu gila. Hehehehe. Berikut poto contohnya. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di FLICKR saya,

Menghajar 20 kilo kerang rebus

Mereka yang membakar
Begitulah Cerita di 1 Syawal. Nanti saya lanjut lagi dengan cerita liburan di Berastagi. Mau Solat Magrib dulu terus mau ke gramedia. Bosen nih.




